Breaking News:

Berita Kabupaten Mojokerto

Wana Wisata Padusan Pacet Dituding Jadi Tempat Pungli, Disparpora Mojokerto Terapkan Kebijakan Baru

Wana Wisata Padusan Pacet dituding menjadi tempat pungli, Disparpora Kabupaten Mojokerto menerapkan kebijakan baru terkait pengelolaan tiket terpadu.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Kawasan pariwisata pemandian air panas Padusan di Pacet, Kabupaten Mojokerto, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto akan menerapkan kebijakan baru terkait pengelolaan tiket terpadu, usai Wana Wisata Padusan Pacet dituding sebagai tempat pungutan liar (pungli).

Dalam kebijakan baru itu, telah disepakati nantinya tiket masuk yang meliputi retribusi kawasan wisata, parkir, termasuk asuransi, akan dijadikan satu di pintu utama objek wisata tersebut.

Kebijakan ini menyusul adanya tudingan Wana Wisata Padusan menjadi tempat pungli, dari masyarakat, melalui media sosial Facebook yang viral. Postingan tersebut mengeluhkan mahalnya biaya untuk tiket masuk di Wana Wisata Padusan Pacet.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo mengatakan, pihaknya melakukan audensi bersama stakeholder terkait dan sepakat akan menjadikan satu tiket retribusi masuk kawasan wisata Wana Wisata Padusan Pacet.

Baca juga: Wana Wisata Padusan Pacet Dituding Jadi Tempat Pungli, Begini Jawaban Kepala Disparpora Mojokerto

Kegiatan audensi itu juga dihadiri Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra (Gus Barra) yang bertempat di ruangan Wisata Ubalan, Pacet, Rabu (5/1/2022).

"Tadi sudah disepakati bahwa cara penarikannya dijadikan satu, terpadu untuk karcis kawasan (Wana Wisata Padusan Pacet) dari tiket retribusi masuk parkir Dishub dan parkir di tempat parkir wisata yang dikelola desa (Perhutani)," ungkapnya, Rabu (5/1/2022).

Amat Susilo menyebut, retribusi kawasan wisata Padusan Pacet saat weekend Rp 15.000, dan anak-anak Rp 12.500, parkir Dishub Rp 2.000 sepeda motor, mobil Rp 3.000. Sedangkan, parkir dalam wisata di tempat penitipan kendaraan yang dikelola masyarakat desa yakni motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000.

Kemudian, saat weekday tiket masuk kawasan untuk orang dewasa sekitar Rp 12.500 dan anak-anak Rp 10.000.

"Jadi sudah sepakat nanti penarikan karcis dijadikan satu di pintu utama wisata, dan pengunjung hanya dikenakan karcis parkir Dishub, jika mereka tidak menitipkan di tempat penitipan kendaraan yang dikelola masyarakat desa," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved