Breaking News:

Berita Nganjuk

Wilayah Nganjuk Diprediksi Masuki Puncak Musim Penghujan hingga Februari 2022

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kabupaten Nganjuk memasuki puncak musim penghujan pada bulan Januari hingga Februari

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Logo BMKG - BMKG Prediksi Wilayah Nganjuk Masuki Puncak Musim Penghujan 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kabupaten Nganjuk memasuki puncak musim penghujan pada bulan Januari hingga Februari 2022.

Kondiri tersebut berbeda dengan curah hujan pada bulan Desember 2021 lalu.

"Kita perkirakan di bulan Januari dan Februari 2022 akan memasuki puncak musim hujannya," kata Setyaris, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda BMKG Nganjuk dalam Talk Show Radio Suara Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, kemarin.

Dijelaskan Setyaris, dari hasil pengamatan BMKG Nganjuk menunjukkan curah hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk pada bulan Desember 2021 tercatat telah terjadi 238 poin satu milimeter (mm).

Baca juga: Cuaca Ekstrim Diprediksi hingga April, Gubernur Khofifah Minta BPBD Jatim Proaktif Lakukan Mitigasi

Kemudian curah hujan maksimal tercatat 33 mm yaitu terjadi pada tanggal 21 Desember 2021. Dan minimal 0,1 mm terjadi pada tanggal 4 Desember 2021.

"Dengan demikian total curah hujan 238 poin satu mm tercatat dengan 26 hari hujan. Curah hujan di bulan Desember tersebut masuk dalam kategori bawah normal, dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya yaitu tercatat 597 pada bulan November 2021," ucap Setyaris.

Dan prakiraan curah hujan bulan Januari 2022, tambah Setyaris, masih dalam kategori menengah dan tinggi. Yakni masuk kategori 300-400 mm dalam satu bulan yang berpotensi terjadi di sebagian kecil wilayah Kertosono dan Tanjunganom. Sebagian besar terjadi di Gondang, Lengkong, Ngluyu, Nggronggot, Prambon dan Rejoso.

Sedangkan kategori hujan capai 400-500 mm sebagian kecil terjadi di Ngluyu, Ngronggot, Rejoso dan Prambon. Kemudian sebagain besar Gondang, Kertosono, Lengkong, Sawahan dan Tajunganom. Dan seluruh Bagor, Baron, Berbek, Jatikalen, Loceret, Nganjuk, Ngetos, Pace, Patianrowo, Sukomoro dan Wilangan.

Selain musim penghujan yang terjadi di Kabupaten Nganjuk, diungkapkan Setyaris, juga ada potensi penyertanya. Yakni terjadinya angin kencang dan puting beliung yang tejadi saat hujan turun yang diakibatkan oleh awan cumulonimbus.

"Melihat prakiraan kondisi cuaca tersebut kami mengharapkan masyarakat untuk waspada dan hati-hati akan terjadinya musibah bencana akibat turun hujan lebat disertai angin kencang," tutur Setyarsi. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved