Breaking News:

Berita Surabaya

Aturan PTM 100 Persen di Surabaya, Kantin Tutup dan Waktu Istirahat Hanya 10 Menit

Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya memperhitungkan protokol kesehatan ketat.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Habiburrahman
Pembelajaran tatap muka (luring) dan daring atau hybrid berlangsung di salah satu SMP di Surabaya 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya memperhitungkan protokol kesehatan ketat. 

Di antara yang menjadi perhatian adalah antisipasi kerumunan. 

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masruh menerangkan ada sejumlah potensi terjadinya kerumunan antar siswa. Di antaranya, saat istirahat dan jam kosong. 

Oleh karenanya, pihaknya pun mengingatkan sekolah untuk tidak ada jam kosong. "Kami minta sekolah untuk memastikan tak ada jam kosong di masing-masing kelas," kata Yusuf, Kamis (6/1/2021). 

Sedangkan untuk jam istirahat, pihaknya akan membatasi hanya selama 10 menit saja. "Itu pun tak boleh keluar kelas sehingga tetap dalam pengawasan satgas masing-masing sekolah," katanya. 

Baca juga: Terduga Pelaku Anak Bunuh Bapak Kandung di Malang Telah Dibawa Ke RSJ Lawang

Kantin sekolah pun hingga saat ini belum boleh beroperasi. Selesai jam pelajaran masing-masing siswa akan langsung pulang bersama orang tua yang datang menjemput. 

"Kami juga minta sekolah untuk menyiapkan ruangan transit bagi murid yang mungkin sedang menunggu orang tua sehingga bisa mengantisipasi kerumunan," katanya. 

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Poernomo Slamet mengingatkan pentingnya sosialisasi ini terhadap orang tua/wali murid. "Jangan sekadar minta persetujuan, sekolah juga harus memberikan pemahaman kepada wali murid termasuk kepada masyarakat," kata Juli dikonfirmasi terpisah. 

Juli menegaskan bahwa tiap siswa harus bisa dipastikan menjalankan prokes baik saat berangkat hingga tiba kembali di rumah. "Yang di dalam memang diatur mekanisme oleh Dinas Pendidikan. Lantas, bagaimana dengan di luar?," katanya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved