Breaking News:

Berita Surabaya

Keluhkan Tarif PGN Naik dan Soal Penggolongan, Pengusaha Lontong di Surabaya Surati Menteri ESDM

Para produsen lontong di Surabaya belum menemukan titik terang tentang naiknya harga gas dari Perusahaan Gas Negara (PGN). Oleh karenanya, mereka pun

Surya.co.id
Ilustrasi pemasangan gas. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para pengusaha lontong di Surabaya belum menemukan titik terang tentang naiknya harga gas dari Perusahaan Gas Negara (PGN).

Oleh karenanya, mereka pun berkirim surat ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Selain Menteri ESDM, Surat bertanggal 2 Januari tersebut juga ditujukan kepada Pimpinan PGN pusat, Ketua Komisi VI DPR-RI, dan Ketua Komisi VII DPR-RI.

"Surat sudah kami kirim kemarin lusa," kata Pengawas Koperasi Sentra Lontong Mandiri, Djoko Prasektyo, Kamis (6/1/2022).

Dalam surat ini, pihaknya menyampaikan 3 harapan. Di antaranya, penurunan tarif gas bumi, penghapusan jaminan pembayaran (deposit), dan keringanan denda.

"Kami sampaikan harapan yang menjadi keluhan teman-teman pengerajin," katanya.

Kepada Surya.co.id (Tribun Jatim Network), ia menceritakan bahwa masalah yang dihadapi pengrajin diawali dengan naiknya harga gas PGN.

"Awalnya, Rp2.995 menjadi Rp6.000 permeter kubik," ungkap Djoko.

Naiknya harga tersebut karena mereka digolongkan dalam kategori Pelanggan Kecil-2 (PK-2) berdasarkan Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021.

Regulasi ini mengatur tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa Untuk Konsumen Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil Pada Jaringan Pipa Distribusi Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved