Berita Kota Batu

Sungai Bekas Banjir Bandang di Kota Batu Diperlebar hingga 4 Meter, Diperkirakan Selesai Enam Bulan

Sungai bekas banjir bandang di Kota Batu, di Dusun Sambong, diperlebar hingga 4 Meter, diperkirakan bisa selesai dalam waktu enam bulan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Pengerjaan pelebaran sungai di Dusun Sambong, Desa Bulukerto, Kota Batu, oleh pekerja, Kamis (6/1/2022). Sungai ini merupakan jalur aliran banjir bandang. Sungai diperlebar dari yang semula 2 meter menjadi 4 meter sepanjang 4 Km. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Pengerjaan pelebaran sungai yang menjadi jalur banjir bandang di Kota Batu, yakni di Desa Bulukerto, telah berlangsung selama dua bulan ini.

Pekerja tengah mengerjakan dinding sungai di Dusun Sambong, sedangkan warga ada yang terlihat membangun kembali rumahnya.

Tinjauan Tribun Jatim Network di lokasi, ada 10 truk yang mengangkut batu untuk pengerjaan renovasi. Sejumlah alat berat juga beroperasi. Ada tiang besi yang menancap di bagian sungai.

Pengawas pengerjaan, M Tafsir mengatakan, proyek tersebut sifatnya penanganan darurat. Ada titik-titik yang dinilai paling rawan, lalu diperkuat. Penguatan itu berupa pembuatan tebing yang sebagian juga berupa bronjong.

“Kami sifatnya penanganan darurat, titik paling rawan saja yang diperkuat,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Area Gunung Wilis Kediri, Akses Jalan Terputus dan Sejumlah Warga Terisolir

Pengerjaan utamanya adalah pelebaran sungai yang semula 2 meter menjadi 4 meter. Pengerjaan ini memiliki panjang sekitar 4 Km yang berakhir di Jalan Dieng Atas atau kawasan kantor pajak.

“Pengerjaan paling utama pelebaran jalur dari 2 meter menjadi 4 meter. Kalau panjangnya sampai kantor pajak sekitar 4 Km,” paparnya.

Pengerjaan ini diperkirakan selesai dalam jangka waktu enam bulan. Sementara saat ini, pengerjaan sudah masuk di bulan kedua, menyisakan empat bulan lagi ke depan.

Kendala yang dihadapi pekerja adalah cuaca, terutama saat hujan. Ketika hujan turun, sungai terisi air yang mengalir, sehingga pekerjaan harus dihentikan sementara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved