Breaking News:

Berita Malang

Tarif Angkutan Udara dan Cabai Rawit Jadi Pendorong Inflasi di Kota Malang pada Desember 2021

Cabai rawit menjadi satu di antara beberapa komoditas yang menjadi pendorong laju inflasi di Kota Malang.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/farid mukarrom
ILUSTRASI - Bu Ita Pedagang Cabai Rawit di Pasar Gurah Kabupaten Kediri saat dikonfirmasi pada Jumat (13/8/2021) 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Cabai rawit menjadi satu di antara beberapa komoditas yang menjadi pendorong laju inflasi di Kota Malang.

Bahkan cabai rawit menjadi penyumbang inflasi tertinggi Kota Malang pada Desember 2021 kemarin. Hal ini disebabkan oleh harga cabai rawit yang melonjak tajam.

Bahkan di sejumlah pasar rakyat di Kota Malang harga cabai rawit pernah sampai di angka Rp 100 Ribu per Kilogram meski kini harganya telah turun.

Lonjakan harga cabai rawit ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan cabai rawit seiring dengan musim hujan yang cukup intensif.

"Beberapa komoditas jadi pendorong laju inflasi Kota Malang. Selain cabai rawit, ada tarif angkutan udara dan minyak goreng," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan dalam rilis yang diterima Tribun Jatim Network, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Siasati Tingginya Harga, Pedagang di Lamongan Oplos Cabai agar Tetap Bisa Dijangkau Konsumen

Azka menyampaikan, bahwa kenaikan tarif angkutan udara terjadi di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat pada momentum libur Natal dan Tahun Baru. 

Sementara itu, kenaikan harga minyak goreng disebabkan terus meningkatnya harga Crude Palm Oil (CPO) dunia.

Berdasarkan rilis inflasi BPS, pada periode Desember 2021 Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,73 persen (mtm), 1,75 persen (ytd) dan 1,75 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,85. 

Realisasi inflasi Kota Malang pada Desember (mtm) tercatat tertinggi sepanjang tahun 2021. 

Baca juga: Mengintip Rumah Mewah Roro Fitria Seharga Rp12 Miliar, Dihiasi Perabotan dari Marmer, Ada Taman Luas

Bahkan, realisasi inflasi Kota Malang tercatat lebih tinggi dari Jawa Timur dan Nasional dimana masing-masing terealisasi sebesar 0,69 persen (mtm) dan 0,57 persen (mtm).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved