Breaking News:

Berita Lamongan

Bibir Bengawan Solo di Lamongan Sepanjang 50 Meter, Bangunan Sekolah dan Rumah Terancam Ambruk

Gerusan air air dibarengi hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan bibir Bengawan Solo yang ada di Lamongan sliding dan ambles sepanjang 50 meter

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Kondisi tanggul Bengawan Solo yang sliding hingga puluhan meter. Sejumlah bangunan pondasinya menggantung akibat tanahnya yang tergerus dan sliding, Minggu (9/1/2022) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Gerusan air air dibarengi hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan bibir Bengawan Solo yang ada di Lamongan sliding dan ambles sepanjang 50 meter dengan kedalaman 4 meter di Desa Keduyung, Kecamatan Laren Lamongan.

Kondisi ini juga mengancam sejumlah bangunan rumah yang ada di bibir sungi Bengawan Solo. Bahkan bangan sekolah dan rumah warga di bagian pondasinya mengangah mulai terkikis.

Bibir sungai Bengawan Solo yang sliding itu, selain disebabkan curah hujan, lebih pengaruh adalah karena air Bengawan Solo surut. Bibir sungai langsung amblas begitu air surut begitu cepat

"Selain pengaruh hujan, longsor ini juga disebabkan air Bengawan Solo surut, sehingga tanah langsung longsor," kata salah seorang warga Toni kepada wartawan, Minggu (9/1/2021).

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun di Kota Malang Sudah 41,3 Persen, Target Januari Selesai

Toni menuturkan, longsor juga kerap terjadi jika air Bengawan Solo naik dengan arus yang deras maka tanah akan tergerus ikut air. Akibat kejadian ini, satu rumah serta gedung sekolah terancam ambruk.

Sebelumnya bibir Bengawan ini memang sudah sliding tapi tidak sebesar ini. Dan masih diatasi dengan menancapkan bambu serta batu, meski tidak ideal.
"Longsor terjadi jika air Sungai Bengawan Solo naik dengan arus yang deras, tanah akan tergerus ikut air. Begitu juga saat air surut," ungkap Toni

Warga Keduyung berharap agar pemerintah segera melakukan upaya penanganan serius sehingga longsor tidak semakin meluas. Warga yang terdampak juga meminta pemerintah untuk bisa merelokasi warga ke tempat yang lebih aman.

Sementara itu, Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Muhammad Muslimin mengungkapkan, . pemerintah telah melakukan upaya penanganan longsor dengan pemasangan bronjong di tepi bantaran Bengawan Solo.

"Kondisi konstruksi tanah yang labil membuat longsor semakin meluas ke titik lainnya," jelas Muslimin.

Dan insiden semacam ini hampir terjadi setiap musim. Lebih parah saat musim penghujan dan arus air Bengawan Solo yang cukup deras.

"Air tinggi sliding, ditinggal air alis surut juga terjadi longsor," katanya.

Menurut Muslimin, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lamongan, telah melakukan assesment di lokasi kejadian. Selain itu, BPBD Lamongan bersama unsur kecamatan juga terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
"Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan selanjutnya," imbuh Muslimin.

Ditambahkan, sepanjang tanggul Bengawan Solo yang melintas di Lamongan masih ada 5 titik bibir Bengawan yang longsor.
Ke lima titik ini, semuanya di wilayah Kecamatan Laren, diantaranya 3 titik di Desa Keduyung, 1 di Desa Bulutigo dan 1 titik di Desa Laren.

Posisi tanggul di Dusun Ketintang Laren bahkan sudah tergerus hingga puluhan meter dan warga terpaksa pindah mencari lokasi yang aman.

Bekasnya sudah jadi sungai dan keberadaannya cenderung melebar.(Hanif Manshuri)

Kumpulan berita Lamongan terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved