Breaking News:

Berita Lumajang

Hujan Deras, Banjir Lahar Kembali Menerjang Lereng Gunung Semeru, Warga Diminta Waspada

Warga lereng Gunung Semeru kembali mendapat ujian.  Intensitas hujan yang terjadi di kawasan lereng Gunung Semeru memicu banjir lahar, Minggu

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Samsul Arifin Sekretaris Desa Sumberwuluh saat memantau banjir lahar di Sungai Leprak, Minggu (9/1/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Warga lereng Gunung Semeru kembali mendapat ujian. 

Intensitas hujan yang terjadi di kawasan lereng Gunung Semeru memicu banjir lahar, Minggu (9/1/2022). 

Akibat kejadian ini sejumlah kawasan sungai yang berhulu dari Semeru, muncul kepulan asap tinggi diakibatkan oleh letusan sekunder.

Sungai Leprak dan Regoyo di Desa Sumberwuluh/Kecamatan Candipuro adalah wilayah yang paling deras dialiri banjir lahar. Debit banjir lahar di sungai tersebut telah mencapai 40 amak. 

Semua warga yang sedang berada di dekat aliran lahar mendadak panik.

Sebab, banjir tersebut tiba-tiba datang membesar dengan membawa material pasir, kerikil dan batu berukuran besar.

Samsul Arifin Sekretaris Desa Sumberwuluh mengatakan, banjir lahar ini terdeteksi dari  alat pemantau getaran lahar dari Pos Gunung Sawur sekira pukul 14.00. Awal getaran lahar dingin mencapai amplitudo 8 amak. Namun, selang setengah jam kemudian naik hingga amak 40 amak.

"Sejauh ini belum ada laporan dampak. Tapi sangking derasnya banjir getaran sampai terasa di sekitaran bibir sungai," kata dia.

Terus adanya ancaman bencana susulan ini, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, ancaman banjir lahar akan diperkirakan akan datang dalam periode Januari-Februari. 

Hal ini dipicu karena Fenomena La Nina. Fenomena La Nina memudahkan terbentuknya awan yang membuat curah hujan lebih tinggi. 

"Kami berharap masyarakat yang berada di aliran lahar Gunung Semeru selalu waspada dan berhati-hati jangan berada di sana. Apabila dari atas gunung sudah terlihat mendung gelap segera mencari tempat yang lebih tinggi atau jarak aman, minimal 500 meter dari tanggul kiri kanan," pungkasnya.

Kumpulan berita Lumajang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved