Breaking News:

Berita Malang

Jumpa Mommy ASF Penulis Novel Layangan Putus, Penggemar: Kenapa Kinan Kuat?

Bertemu dengan penulis novel "Layangan Putus" membuat penggemar Mommy ASF atau drh Eka Nur Prasetyawati menjadi kepo dengan sosok Kinan

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sylvianita Widiawati
Mommy ASF (berkerudung cokelat), penulis novel "Layangan Putus" bersama kru Gramedia Matos usai kegiatan meet and greet, Sabtu sore (8/1/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bertemu dengan penulis novel "Layangan Putus" membuat penggemar Mommy ASF atau drh Eka Nur Prasetyawati menjadi kepo dengan sosok Kinan.

Dalam meet and greet di Gramedia Matos, Sabtu sore (8/1/2022), salah satu penggemarnya menanyakan mengapa Kinan begitu kuat sebagaimana digambarkan di serial di We TV dan novelnya.

Kinan adalah sosok sentral dalam cerita itu. Dimana ia digambarkan tegar dalam menghadapi menduanya suaminya, Aris dengan perempuan lain.

"Kinan kok kuat? Perempuan yang mengalami seperti itu pasti galau. Kinan mengapa digambarkan seperti itu?," tanya Fia di acara itu. Dijelaskan penulisnya, hal ini karena situasinya membuat Kinan harus kuat.

"Di serial kayak diangkat perselingkuhan banget. Di novel memang ada. Esensinya sama, mendua. Si Kinan sebagaimana di serial dan novel sama-sama independen. Ini karena situasinya yang membuat dia harus independen,," jelas pendiri/pemilik Pethouse Luna di Kota Malang ini. 

Hal ini karena dicerita itu, Kinan memiliki buah hati/anak-anak yang harus dijaga tumbuh kembangnya. Dalam menghadapi cobaan hidup, memang ada kegalauan. "Galau ya galau. Nangis ya nangis. Kinan harus kuat untuk diri sendiri dan anak-anaknya," jawab Mommy. Penggemar itu bertanya lagi apakah ada pesan buat orang yang mengalami hal seperti itu?

"Waduh..dalam ini. Harusnya ada psikolog di sini," jawab dokter hewan ini. Menurut Mommy ASF, ia banyak mendapat DM-DM di IG-nya. Ia tidak berani memberi nasihat karena bukan kapasitaanya. "Sebab tiap individu diberi kekuatan yang berbeda-beda. Tapi ketika diberi cobaan itu, insyaallah bisa melalui," katanya.

Ia mengibaratkan, tidak ada hujan yang terus menerus hujan. Saat ada badai, maka menunggu badai itu berhenti. "Cuma istiqfarnya dikencengin lagi. Bahwa sementara ada cobaan dan jika lulus, maka akan naik satu tingkat," katanya. Di acara itu, ia menjelaskan proses kreatif pembuatan novel "Layangan Putus". 

Almira, warga Sukun Kota Malang datang ke acara itu karena viral serialnya. Namun ia menjadi tahu bagaimana perbedaan di web serial dan novel. "Saya lebih respek dengan tulisan novelnya. Adem ayem. Memang ada yang mendua," jelas Almira. Ia sudah membeli novel seharga Rp 75.000 seminggu lalu dan sudah menamatkannya. Namun ia baru sekali menonton serialnya.

Sedang Mariana Hoesni, penulis Malang datang ke acara itu karena ia jatuh cinta pada sosok Kinan. "Apalagi perselingkuhan di serialnya kan trending banget," jawab Maria. Maka ketika ada kesempatan bertemu dengan penulis bukunya, ia datang ke Matos. "Saya baru dapat bukunya," kata dia.

Soal perbedaan di serial dan novel, ia mengerti karena dari pengalamannya sebagai penulis, pasti ada proses krratif lain. "Sosok Kinan yg dibuku itu juga dipertahankan. Begitu juga dengan Cappadocia juga ada," kata Maria. Trendingnya serial "Layangan Putus" juga terjadi di Tik Tok lewat dialog antara Kinan dan Aris. Sylvianita Widyawati. 

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved