Breaking News:

Berita Madurua

Dugaan Kasus Kekerasan Siswa di Sampang Berakhir Kekeluargaan, Disdik Sampaikan Pesan Khusus

Dugaan kasus kekerasan terhadap siswa kelas VII SMP Negeri I Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura yang dilakukan salah satu oknum

Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanggara
Perwakilan orang tua siswa bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Sampang saat berjabat tangan di salah satu rumah makan di Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (9/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Dugaan kasus kekerasan terhadap siswa di Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura yang dilakukan salah satu oknum guru setempat pada (09/9/2021) lalu berakhir damai.

Hasil tersebut berkat mediasi terhafap ke dua belah pihak, yang juga dihadiri Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, serta perwakilan PGRI Sampang di salah satu rumah makan di Sampang, (9/1/2022) kemarin.

Kepala Disdik Kabupaten Sampang Edi Subianto meminta kepada semua guru di wilayanya kerjanya agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting dalam mendidik.

Menurutnya, seorang guru dalam menjalankan tugasnya juga berperan sebagai orang tua kedua siswa sehingga fokus mengajar.

"Tugas guru adalah 3M yakni Mengajar, Mendidik dan Melatih," ujarnya, Senin (10/1/2022).

Ia menambahkan, selama ini pihaknya telah melakukan road show ke seluruh sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP.

Akan tetapi, dalam hal ini sebuah sinergi antara wali murid dengan pihak sekolah juga menjadi salah satu faktor utama sebagai upaya antisipasi kekerasan siswa tidak terjadi.

"Maka perlu adanya pertemuan rutin sehingga apa yang diinginkan sekolah dan apa yang diharapkan wali murid bisa tersampaikan," terangnya.

Sementara, sejak kejadian tersebut, pihaknya telah berupaya melakukan mediasi antara kedua belah pihak.

Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

"Alhamdulillah, mediasi berjalan dengan penuh kekeluargaan dan kedua pihak sudah saling memaafkan," tuturnya.

"Pelapor siap mencabut laporannya, dan guru yang dimaksud sudah meminta maaf kepada para orang tua korban, serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya," tambahnya.

Kumpulan berita Madura terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved