Breaking News:

Gunung Semeru Erupsi

Pantau Ancaman Banjir Lahar, Empat Kamera Pengawas Dipasang di Kawasan Lereng Gunung Semeru

Pantau ancaman banjir lahar saat hujan lebat, 4 kamera pengawas dipasang di kawasan lereng Gunung Semeru di Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
Seorang relawan saat memasang kamera pengawas di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Minggu (9/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Jutaan kubik endapan material pasir yang memenuhi sungai aliran lahar Gunung Semeru menimbulkan bahaya sekunder berupa banjir lahar, ketika kawasan lereng diguyur hujan lebat. Oleh karena itu, perlu dilakukan monitoring intens terkait kondisi gunung untuk mengurangi risiko fatal.

Untuk menunjang kemampuan dalam pendeteksian ancaman banjir lahar, kini relawan dari beberapa unsur mulai memasang  empat kamera pengawas di wilayah lereng. Satu unit kamera sedang proses pemasangan di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Sedangkan 3 unit lain dipasang di bibir Sungai Curah Kobokan dan Kajar Kuning, Lumajang.

Kamera pengawas ini diharapkan bisa mendukung early warning system (EWS) yang dimiliki pos pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur.

Baca juga: Perjuangan Guru Lereng Semeru Demi Mengajar 42 Murid Terisolir, Lewat Makadam dan Material Vulkanik

Wisnu, salah seorang relawan SAR Surabaya mengatakan, semua unit kamera dapat berputar moving 360 derajat. Semua kamera bisa memantau sampai sejauh 5 kilometer.

"Relawan-relawan lokal yang merupakan penduduk dari beberapa desa di sepanjang kanal lahar Besuk Kobokan akan dilengkapi dengan perangkat handy talky (HT) agar informasi pemantauan Semeru bisa tersampaikan dengan cepat dan luas," Wisnu, Minggu (9/1/2022).

Ia memastikan, semua unit kamera akan bisa menyala selama 24 jam. Kamera tidak dikhawatirkan mati sebab kelistrikannya menggunakan panel surya.

"Jadi harapannya relawan bisa memantau Semeru secara real time. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi banjir lahar, bisa langsung memberikan peringatan ke masyarakat," ujarnya.

Wisnu juga menyebut, jika semua kamera pengawas telah selesai dipasang, pihaknya akan terus meng-upgrade teknologinya.

Rencananya, kamera pengawas ini akan dilengkapi fasilitas monitoring berbasis aplikasi handphone. Sehingga, semua masyarakat bisa memantau Gunung Semeru terkini secara langsung.

"Pelan-pelan tapi pasti EWS ini akan terus diperbarui. Nantinya, semua masyarakat bisa cek kondisi Semeru dimanapun dan kapanpun," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved