Breaking News:

Berita Lamongan

Pemberangkatan Umrah Kembali Dibuka, Pengusaha Travel dan Calon Jemaah di Lamongan Girang

Pemberangkatan umrah resmi kembali dibuka, pengusaha travel dan calon jemaah di Lamongan girang, meski persyaratan ketat.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/SRI HANDI LESTARI
Vice President Director PT Dream Tours and Travel, Muhammad Umar Bakadam, saat melepas jemaah umrah rombongan kedua saat pandemi Covid-19 di bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Sabtu (9/1/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Pemerintah Arab Saudi telah membuka pintu bagi jemaah umrah asal Indonesia untuk bisa ke Baitullah. 

Kementerian Agama (Kemenag) RI juga memastikan ibadah umrah untuk jemaah asal Indonesia dibuka kembali pada Sabtu (8/1/2022).

Keputusan itu disambut gembira oleh para calon jemaah umrah dan juga pengusaha travel umrah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Salah satu pengusaha travel umrah di Kabupaten Lamongan, Apriana Rizky Amelia, mengaku menyambut  gembira kabar dari Kemenag tersebut, setelah selama dua tahun usaha travel umrahnya vakum karena Pemerintahan Arab Saudi melarang penyelenggaraan ibadah umrah akibat pandemi Covid-19 (virus Corona).

Baca juga: Aturan Terbaru Umrah untuk Jemaah dari Luar Arab Saudi, Wajib Pakai 4 Vaksin ini, Usia 18-50 Tahun

"Alhamdulillah, umrah sudah dibuka mulai Sabtu (8/1/2022) pukul 01.00 WIB, semoga menjadi umrah mabruura wa maskuura," ungkap Direktur PT Elaf Indonesia travel umroh di Lamongan, Apriana Rizky Amelia saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (9/1/2022).  

Meski persyaratan bagi calon jemaah teramat ketat, bagi Rizky tidak menjadi masalah. Yang terpenting ibadah umrah sudah dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi .

Sistem dan teknis pemberangkatan umrah di masa pandemi Covid-19 ini perlu diketahui para calon jemaah, yakni dilaksanakan dengan pengawasan dan protokol kesehatan ketat, demi mencegah penyebaran virus Corona, ada karantina saat hendak berangkat dari tanah air hingga ketika tiba di Saudi.

"Untuk jemaah harus melakukan (tes) PCR dua kali saat mau berangkat dan pulang, melakukan karantina satu hari sebelum pemberangkatan, dan melakukan karantina tujuh hari sebelum pulang," katanya.

Bagi jemaah syarat harus karantina tidak menjadi penghalang bagi mereka. Karena karantina juga untuk kepentingan jemaah itu sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved