Breaking News:

Gunung Semeru Erupsi

Satu Jenazah Kembali Ditemukan di Lereng Semeru, Bermula dari Aroma yang Dicium Warga

Sejak banjir lahar yang cukup besar Minggu (2/1) lalu, endapan jutaan kubik material pasir perlahan mulai terkikis.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Relawan saat mengevakuasi jenazah di area tambang pasir, Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Senin (10/1/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Sejak banjir lahar yang cukup besar Minggu (2/1) lalu, endapan jutaan kubik material pasir perlahan mulai terkikis. 

Hal ini membuat beberapa jenazah yang sebelumnya terkubur akhirnya satu-persatu ditemukan.

Senin (10/1/2022), sekitar pukul 12.00 relawan dan warga kembali menemukan satu jenazah di area tambang pasir, Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Akan tetapi, kondisi jenazah tak utuh. 

Baca juga: Aksi Pria Buang Sajen di Kawasan Erupsi Gunung Semeru Tuai Kecaman, Gus Miftah: Jangan Merasa Pintar

Hanya tinggal beberapa kerangka tengkorak, gumpalan daging, dan potongan baju.

Sugiono salah seorang relawan mengatakan, penemuan jenazah bermula karena banyak warga mencium bau menyegat di sekitaran lokasi. Tepatnya di dekat portal area tambang.

"Akhirnya kami minta bantu alat berat mengeruk. Sekitar kedalaman gak sampai 2 meter ditemukan jenazah," kata Sugiono.

Banyak warga meyakini, jenazah yang ditemukan merupakan salah seorang pekerja tambang. Identitasnya yakni Muhammad Akbar Rido'i warga asal Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

"Ada dompet yang ditemukan. Lengkap ada KTP dan SIM," ujarnya.

Hingga pukul 13.30, jenazah tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum dr Haryoto. Informasi yang berhasil dihimpun, jenazah akan dibersihkan dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.

Kumpulan berita Lumajang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved