Breaking News:

Berita Surabaya

Antisipasi Genangan di Surabaya Pusat, Pemkot Siap Bangun Saluran Baru

Sejumlah titik genangan yang muncul di Surabaya pusat pada saat hujan deras Jumat (7/1/2022) lalu menjadi perhatian pemkot. Dinas Sumber Daya Air dan

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.com/ Kukuh Kurniawan
Petugas sedang membersihkan saluran di kawasan Surabaya pusat. Selain normalisasi saluran, Pemkot juga akan membangun sejumlah saluran baru untuk menghubungkan dengan sejumlah rumah pompa. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah titik genangan yang muncul di Surabaya pusat pada saat hujan deras Jumat (7/1/2022) lalu menjadi perhatian pemkot. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM)  terus mengebut normalisasi saluran di kawasan ini.

Kepala DSDABM Kota Surabaya, Lilik Arijanto mengatakan, pihaknya telah memetakan penyebab  genangan air di kawasan ini. Beberapa titik yang tersebar di beberapa lokasi lmenjadi fokus pihaknya.

Di antaranya, crossing saluran di Jalan Panglima Sudirman (Hokky Buah), Jalan Taman AIS Nasution, Jalan Embong Sawo serta brandgang di pusat kota

Di kawasan tersebut, satgas kemudian turun. "Di pusat kota kami kerahkan satgas hampir berjumlah 50-60 orang di tiga sampai empat titik untuk menelusuri dari hulu ke hilirnya pusat kota," kata Lilik di Surabaya, Selasa (11/1/2022).

Satgas dari DSDABM menyusuri dan membersihkan sampah pada setiap saluran yang ada di pusat kota. Tak hanya itu, pengerukan lumpur juga dilakukan.

"Memang di sana (saluran), problemnya yang kita temukan banyaknya utilitas yang ada di saluran yang menjadi kendala kita," katanya.

Baca juga: Siapa Pria Tendang Sesajen di Gunung Semeru?, Bupati Thoriqul Haq Pastikan Satu Hal: Segera Dicari

Menurutnya, banyaknya utilitas yang melintang mengurangi kapasitas saluran. Akibatnya, ruang gerak sampah. "Apalagi utilitas di pertemuan tiga bidang lebih, di situ akan menjadi hambatan yang cukup signifikan aliran air," jelas dia.

"Oleh karenanya, kami sekarang membersihkan dulu saluran. Kemudian menata utilitas yang ada di saluran," ujarnya.

Pihaknya menyebut saluran di pedestrian pusat kota cukup menampung air saat hujan turun. Namun, karena banyaknya utilitas yang melintang, hal ini menjadikan hambatan yang cukup signifikan untuk aliran air.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved