Breaking News:

Berita Mojokerto

Hobi Merpati, Pria Mojokerto Rela Keluarkan Puluhan Juta Rupiah, Sang Istri: Daripada Main Perempuan

Wawan Priyanto (43) rela menghabiskan puluhan juta demi hobi merpati. Dia membuat kandang merpati (Pagupon) senilai Rp. 60 juta

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Romadoni
Pagupon puluhan juta yang dibuat Wawan Priyanto (43) warga di Lingkungan Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Wawan Priyanto (43) rela menghabiskan puluhan juta demi hobi merpati. Dia membuat kandang merpati (Pagupon) senilai Rp 60 juta.

Pegupon berbahan besi seluas 3 meter x enam meter tinggi sekitar delapan meter tersebut  dibangun di belakang rumahnya di Lingkungan Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Wawan memilih bahan besi untuk membuat pagupon lantaran lebih kokoh dan awet daripada kandang merpati bahan kayu dan bambu. Sebelumnya, ia memiliki pagupon berbahan kayu senilai Rp 2 juta.

Baca juga: Cerita Penjual Gorengan di Tengah Harga Minyak yang Naik, Sebut Untung Berkurang

Dia membuat pagupon dari uang hasil sales sandal secara bertahap mulai akhir Tahun 2017 lalu. 

"Hobi saya suka melihara merpati kentong dari tahun 2015 sekarang sudah semakin banyak, kalau pakai pagupon kayu cepat rusak ketimbang bikin terus kan mendingan pakai bahan besi karena lebih awet," ungkapnya, Selasa (11/1/2022).

Pagupon berwarna merah tampak megah itu dapat menampung hingga 50 pasang merpati termasuk puluhan piyik. Ada dua ruangan yakni pertama ketinggian enam meter berisi 20 pasang merpati dan ruangan dua ketinggian delapan meter berisi 30 pasang merpati.

Selain hobi, memelihara merpati terutama merpati balap juga menjadi potensi bisnis yang menjanjikan. Apalagi, merpati balap yang sering juara lomba berharga fantastis.

Nantinya, anak merpati (Piyik) jenis merpati balap yang memang lomba yang seringkali dicari orang akan dijual sesama penghobi harganya mulai Rp.200 ribu hingga Rp.5 juta.

"Hobi memelihara merpati saya juga suka  ikut lomba nantinya kalau merpati pasangan menang otomatis anakannya (Piyik) bakal dicari orang sehingga bisa dijual sesama penghobi," ucap Wawan.

Disisi lain, Kurnia (39) mendukung hobi suaminya yang menghabiskan puluhan juta untuk membuat pagupon merpati. Dia menganggap uang yang disisihkan suaminya itu digunakan untuk hobi merpati daripada digunakan untuk hal-hal yang tidak baik.

"Ya tidak apa-apa menyisihkan sedikit-sedikit buat bangun (Pagupon) daripada main perempuan mendingan main merpati saja dan juga tetap tanggungjawab sama keluarga," pungkasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved