Breaking News:

Berita Pacitan

Kasus Penangkapan 7 Ekor Lumba-lumba, Nahkoda Kapal Nelayan di Pacitan Jadi Tersangka

Polres Pacitan menetapkan nahkoda KM Restu, JW (34) sebagai tersangka setelah tujuh ekor lumba-lumba tertangkap di jaring yang mereka tebar

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Screenshot Video Lumba-lumba Tertangkap Jaring Nelayan di Pacitan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PACITAN - Polres Pacitan menetapkan nahkoda KM Restu, JW (34) sebagai tersangka setelah tujuh ekor lumba-lumba tertangkap di jaring yang mereka tebar.

Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan JW ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan pelayaran tanpa izin berlayar.

KM Restu juga tidak dilengkapi surat izin penangkapan yang sesuai dengan zona tangkapnya.

Dari dua poin tersebut bisa dikatakan KM Restu telah melakukan ilegal fishing.

Baca juga: Pamit ke Anak Pergi Berjualan Nasi, Pria Lansia asal Pakisaji Malang Ditemukan Meninggal di Halte

"Mereka juga tidak dilengkapi alat-alat pemantau dari kapal tersebut dan pada akhirnya selain ikan tertangkaplah juga lumba-lumba yang kita ketahui bahwa lumba-lumba hewan yang dilindungi," kata Wiwit, Selasa (11/1/2022).

Wiwit menyebutkan dalam pelaksanaan penyelidikan kasus tersebut, Polres Pacitan menggandeng sejumlah pihak.

Salah satunya adalah Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) wilayah IV Jawa Timur.

Sementara itu, JW mengatakan ia dan awak kapal KM Restu tidak pernah berniat untuk menangkap lumba-lumba.

Warga Kota Pekalongan tersebut menceritakan pada hari pertama hingga ketiga KM Restu melaut, hanya menangkap ikan cakalang dan tuna seperti tujuan awal berangkat melaut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved