Breaking News:

Berita Lumajang

Sungai Regoyo Lumajang Dilanda Banjir, Truk Pasir Nyaris Terseret Banjir Lahar

Diduga abaikan peringatan, sebuah truk milik seorang penambang pasir di Lumajang, Jawa Timur nyaris terseret banjir lahar di Sungai Regoyo, Desa Bagu

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Tony Hermawan
Polisi, TNI, dan warga melakukan evakuasi truk penambang pasir saat terjebak banjir lahar di Sungai Regoyo, Desa Bagu, Kecamatan Pasirian, Selasa (11/1/2022). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Diduga abaikan peringatan, sebuah truk milik seorang penambang pasir di Lumajang, Jawa Timur nyaris terseret banjir lahar di Sungai Regoyo, Desa Bagu, Kecamatan Pasirian, Selasa (11/1/2022). 

Diketahui pemilik truk itu yakni Agung Sidakarta (27) warga Dusun Gentengan, Desa Condro, Kecamatan Pasirian. Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat dirinya menambang. Tiba-tiba debit air naik. 

Karena banjir lahar datang, ia pun berusaha untuk menepi. Namun sayang, sebelum berhasil sampai di bibir sungai, tiba-tiba jalan longsor. Ini mengakibatkan roda belakang truk terperosok.

Baca juga: Kasus Penangkapan 7 Ekor Lumba-lumba, Nahkoda Kapal Nelayan di Pacitan Jadi Tersangka

"Jadi ban itu kejebak. Saya pikir jalan itu tanahnya kuat gak tahunya longsor," kata Agung.

Melihat kejadian itu, semua teman pekerja Agung mencari bantuan. TNI dan Polisi akhirnya mendatangkan alat berat untuk menarik truk Agung. Setelah hampir satu jam truk terjebak akhirnya berhasil dievakuasi.

Selain di Sungai Regoyo, pantauan di lokasi memang banjir lahar ini juga terjadi hampir di sepanjang sungai di wilayah Kecamatan Pasirian. Yakni Sungai Regoyo dan Sungai Rejali.

Diketahui memang, pasca Gunung Semeru erupsi awal Desember 2020 lalu, sejumlah sungai yang berhulu dari Gunung Semeru kerap dilanda banjir lahar. Ini biasa terjadi setelah kawasan lereng diguyur hujan lebat. Sehingga memicu endapan material vulkanik yang ada di lereng turun ke sungai.

Oleh karena itu, karena itu Kapten Arm Ony Orianto, Komandan Koramil Pasirian memperingatkan agar selalu waspada ancaman bencana susulan ini. Ia mengimbau kepada warga yang sehari-hari biasa beraktivitas di sungai untuk lebih awas membaca tanda-tanda alam.

"Pokoknys kalau di atas sudah kelihatan mendung sebaiknya segera menjauh dari sungai. Karena banjir itu datangnya sangat cepat. Lalu ikuti anjuran peringatan jangan dan jangan ngeyel," pungkasnya.

Kumpulan berita Lumajang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved