Breaking News:

Berita Surabaya

UPDATE Dugaan Jual Beli Vaksin Booster di Surabaya, Begini Hasil Penyidikan dari Sejumlah Saksi

Dugaan praktik jual beli vaksin booster di Kota Surabaya, terus didalami Satreskrim Polrestabes Surabaya. 

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa/TribunJatim.com
ILUSTRASI - Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga sebagai booster alias penguat dengan menggunakan vaksin Moderna, yang disuntikkan untuk tenaga kesehatan, Selasa (10/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Dugaan praktik jual beli vaksin booster di Kota Surabaya, terus didalami Satreskrim Polrestabes Surabaya

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi yang berkaitan dengan dugaan praktik tersebut. 

Hinggap kini, pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap para saksi tersebut. Dan dalam waktu dekat, hasilnya akan disampaikan. 

"Sudah ada beberapa saksi yang dilakukan pemeriksaan terkait dugaan kasus jual beli vaksin booster tersebut," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Selasa (11/1/2022). 

Baca juga: Muncul Praktik Jual Beli Vaksin Booster Ilegal di Surabaya, Pemkot Surabaya Lapor ke Polisi

Namun, ungkap Gatot, pihaknya telah mendapat kepastian bahwa praktik tersebut tidak menemukan unsur keterlibatan pemerintah. 

"Hasil pemeriksaan penyidik, tidak ada keterlibatan pihak pemerintah, dalam praktik itu," jelasnya. 

Terkait pasokan vaksin booster yang diperjualbelikan itu, ternyata merupakan pasokan vaksin sisa. 

"Dan diduga, vaksin yang digunakan adalah vaksin sisa," pungkasnya. 

Baca juga: Kapolda Jatim Pastikan Polisi Selidiki Informasi Jual Beli Vaksin Booster di Surabaya

Sekadar diketahui, setelah ramai diperbincangkan terkait praktik jual beli vaksin booster, Polda Jatim mulai mendalami informasi tersebut.

"Sekecil informasi apapun, kami kepolisian, penyidik Satreskrim Polrestabes sudah bekerja menyelidiki informasi itu. Nanti akan disampaikan jika prosesnya sudah utuh," ujar Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (5/12/2021).

Nico menyebut, sejauh ini modus yang digunakan adalah mengumpulkan vaksin sisa yang kemudian diperjual belikan.

"Sejauh ini informasi yang masuk, para pelaku ini mengumpulkan vaksin sisa dari dosis yang sudah disuntikkan, kemudian dikumpulkan dan dijual kembali," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved