Breaking News:

Berita Kediri

Dinkes Kota Kediri Persiapkan Vaksinasi Anak Dosis Kedua, Bakal Didistribusikan di Tiga Titik

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri bakal melakukan vaksinasi anak dosis kedua yang rencananya akan berlangsung mulai, Kamis (13/1/2022).

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Didik Mashudi
Pelajar SD di Kota Kediri yang mengikuti vaksinasi anak usia 6 - 11 tahun dosis pertama. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri bakal melakukan vaksinasi anak dosis kedua yang rencananya akan berlangsung mulai, Kamis (13/1/2022).

“Vaksin dosis kedua ini merupakan kelanjutan dari dosis pertama, jenisnya Sinovac. Dulu dosis pertama kita launching 15 Desember 2021. Untuk pemberian vaksin dosis kedua jaraknya minimal 28 hari setelah disuntikkan dosis satu,” jelas dr Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Rabu (12/1/2022).

Untuk vaksinasi ini Dinkes Kota Kediri telah menyiapkan 1.269 dosis vaksinasi tahap kedua untuk anak yang didistribusikan di tiga titik lokasi vaksinasi.

Baca juga: Tak Seperti Biasanya, Kondisi Tukul Arwana Bikin Sang Anak Nangis: Gak Pernah Lihat Ayah Kayak Gitu

Di antaranya, SDN Banjaran komplek, diketahui akan menyediakan 662 dosis vaksin, SD Burengan komplek sebanyak 393 dosis vaksin, serta SDIT Rahmat sejumlah 214 dosis vaksin.

Dinkes Kota Kediri akan mengerahkan 15 sampai 20 tenaga kesehatan di setiap titik lokasi yang bertugas membantu proses penyuntikan vaksin.

“Tidak ada persiapan khusus untuk pemberian dosis kedua karena sudah berjalan seperti biasa. Petugas datang kelokasi untuk koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar menghadirkan siswa-siswa yang sudah divaksin pada 15 Desember lalu,” jelasnya.

Diungkapkan, tidak semua anak bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Pemkot Kediri telah menetapkan kriteria anak penerima vaksin yaitu berusia 6 - 11 tahun, tidak menjalani program pengobatan yang berat, dan jeda waktu pemberian vaksin reguler Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dengan vaksin Covid-19 minimal empat minggu.

Dijelaskan program vaksinasi ini bersifat sukarela, pihaknya tidak bisa memaksa. “Kita tetap sampaikan kepada wali murid untuk melindungi putera/puterinya sebaiknya divaksin Covid-19 supaya tidak terpapar Covid-19, karena anak-anak ini termasuk usia beresiko terkena Covid-19,” jelasnya.

Apalagi saat ini untuk kepentingan akses sosial akan berbasis pada sertifikat vaksin Covid-19. Salah satu contohnya pada persyaratan yang ditetapkan pemerintah, apabila hendak berpergian ke pusat perbelanjaan ataupun keluar kota menggunakan transportasi umum diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19.

“Vaksin ini aman dan halal, sehingga tidak terjadi kasus-kasus yang mengkhawatirkan,” tegasnya.
Diharapkan siswa yang sudah mendapatkan vaksin dosis satu hadir untuk mendapatkan dosis kedua agar imunitas tubuhnya lengkap.

“Eman-eman sekali kalau sudah dapat dosis satu ternyata tidak hadir di dosis kedua ini,” ungkapnya.
Apabila ada siswa yang berhalangan hadir pada pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua dengan alasan sakit, maka Dinkes Kota Kediri berkomitmen akan memberikan pelayanan vaksinasi pada hari berikutnya. "Sayang kalau hanya separo kekebalannya,” tandasnya.(didik mashudi)

Kumpulan berita Kediri terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved