Breaking News:

Berita Kota Malang

Pemkot Malang Terbitkan Dokumen Kependudukan Huruf Braille Bagi Tunanetra, Ini Prosedur Pembuatannya

Pemkot Malang menerbitkan dokumen kependudukan dalam huruf braille bagi tunanetra, ini prosedur pembuatan dan dokumen yang dibutuhkan.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Humas Pemkot Malang
Dispendukcapil Kota Malang bersama seorang tunanetra saat menunjukkan dokumen kependudukan dalam bentuk huruf braille, Selasa (11/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Terus berinovasi, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) menerbitkan dokumen kependudukan dalam huruf braille.

Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny mengatakan, inovasi ini dilakukan untuk mewujudkan Kota Malang ramah disabilitas

Selain itu, melalui inovasi ini, warga Kota Malang yang berkebutuhan khusus, terutama tunanetra dapat membaca dokumen kependudukannya secara mandiri.

“Sejak tahun 2019 kami membuat dokumen kependudukan dalam huruf braille. Ini adalah yang pertama di Jawa Timur. Sebuah inovasi Dispendukcapil Kota Malang untuk masyarakat yang mempunyai disabilitas netra, agar bisa membaca dokumen kependudukannya,” ujar Eny Hari Sutiarny, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Kisah Tunanetra di Trenggalek, Semangat Khatamkan Alquran Saban Ramadan

Eny mengatakan, penyandang tunanetra akan mendapat dua dokumen kependudukan, satu dokumen asli dan satu lagi dokumen tambahan dalam bentuk braille. 

Dalam pembuatan dokumen kependudukan huruf braille ini, Dispendukcapil Kota Malang bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, melalui UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra yang berlokasi di Malang.

"Kalau ada dokumen kependudukan milik penyandang disabilitas netra akan kita salin dan kirim ke sana untuk dialihkan ke huruf braille,” ucap Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Malang, Sudarmanto.

Sudarmanto mengatakan, dokumen berbentuk huruf braille ini sifatnya sebagai dokumen tambahan yang hanya sebatas pegangan bagi penyandang disabilitas netra. 

Dengan demikian, segala keperluan pengurusan administrasi tetap menggunakan dokumen kependudukan yang asli. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved