Breaking News:

Berita Jatim

Pemprov Jawa Timur Akan Gelontorkan Belasan Mesin Pengering Gabah untuk Gapoktan

Pemprov Jawa Timur akan menggelontorkan belasan mesin pengering gabah untuk gapoktan. Hal itu untuk meningkatkan nilai jual hasil panen petani.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Fatimatuz Zahroh
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo bersama Kepala Perum Bulog Kanwil Jatim, Ermin Tora usai rapat dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi, Selasa (11/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Petani-petani di Jawa Timur akan mendapat bantuan mesin pengering gabah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara khusus menggelar rapat bersama Bulog dan juga Dinas Pertanian guna mengkoordinasikan pendistribusian mesin pengering gabah tersebut, Selasa (11/1/2022).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo mengatakan, tahun ini, Gubernur Khofifah akan membagikan sebanyak 15 mesin pengering gabah untuk pada petani yang ada di Jawa Timur. 

Menurut Hadi Sulistyo, mesin pengering menjadi hal yang sangat penting bagi petani, karena mesin pengering akan meningkatkan nilai jual hasil panen petani, agar mereka tak hanya menjual dalam bentuk gabah tapi bisa mengolahnya menjadi beras dan disesuaikan kualitas yang diinginkan. 

Baca juga: Masuki Musim Tanam, Petani Jatim Minta Pemerintah Segera Tetapkan Alokasi Pupuk Subsidi Tahun 2022

"Dengan mesin pengering, maka petani tidak menjual hanya bentuk gabah. Tapi bisa dalam bentuk beras mulai kualitas medium hingga nanti premium," kata Hadi. 

Pasalnya, pengembangan sektor pertanian dari sisi hilir kini sedang getol dilaksanakan oleh Pemprov Jatim. Hal ini demi mensukseskan program Gubernur Khofifah, yaitu tanam petik olah jual. 

Yang diharapkan petani menjadi pihak yang paling banyak mendapatkan keuntungan dan nilai tambah. Dan hal itu sangat bergantung dengan mesin pengering gabah. 

"Memang ketersediaan mesin pengering ini di Jatim masih sangat kurang. Padahal kalau ada mesin pengering ini, hasil panen petani nantinya bahkan bisa memenuhi standar yang ditentukan Bulog, yaitu kadar gulanya bisa 14 persen," tegas Hadi. 

Terkait penerima bantuan mesin pengering ini, nantinya akan ada seleksi dan verifikasi. Mesin pengering akan disalurkan melalui gapoktan yang telah mengajukan bantuan mesin pengering. 

Menurut Hadi, mesin pengering itu akan didistribusikan sekitar triwulan kedua tahun 2022 ini. Memang tidak bisa berikan pada perorangan. Dengan diserahkan melalui gapoktan, maka petani yang dapat memanfaatkan juga lebih banyak. Sebab satu gapoktan biasanya terdiri dari 50 sampai 60 petani.

"Dengan mesin pengering ini, petani juga tidak harus mengandalkan cahaya matahari, tapi cukup dengan mesin ini saja, apalagi kalau musim penghujan," tegasnya. 

Tahun ini Pemprov Jatim menargetkan produksi panen beras bisa mencapai 3,4 juta ton. Terlebih karena Jatim sudah dikenal sebagai lumbung padi nasional yang memasok 16 provinsi lain di Indonesia. 

Di sisi lain, Kepala Perum Bulog Kanwil Jatim, Ermin Tora mengatakan, pengembangan hasil panen untuk beras nantinya difokuskan di empat daerah. Yaitu Bojonegori, Banyuwangi, Magetan dan Jember. 

"Memang kita ingin agar pengembangan pascapanen bisa dimaksimalkan, salah satunya dengan adanya mesin pengering. Kalau ada alat ini maka kami optimistis untuk bisa mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved