Breaking News:

Berita Tuban

Buntut Mutasi yang Dilakukan Bupati Lindra, Komisi I DPRD Tuban Panggil Pejabat Pemkab

Komisi I DPRD Tuban memanggil pejabat Pemkab setempat untuk mengklarifikasi terkait gerbong mutasi yang dilakukan Bupati Aditya Halindra Faridzky, Sab

Penulis: M Sudarsono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Mochamad Sudarsono
Pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di jajaran Pemkab Tuban 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Komisi I DPRD Tuban memanggil pejabat Pemkab setempat untuk mengklarifikasi terkait gerbong mutasi yang dilakukan Bupati Aditya Halindra Faridzky, Sabtu (8/1/2022), malam. 

Sejumlah perwakilan Pemkab yang turut dipanggil yaitu Sekda Tuban, Kepala BKD dan SDM berserta Sekretaris. Kemudian Kabag Organisasi, Ispektorat, Asisten bidang pemerintahan dan Kesra, serta Kabag hukum.

Wakil rakyat menanyakan proses pelantikan ratusan pejabat yang dinilai terdapat kejanggalan dalam mutasi. 

Di antaranya, beberapa pejabat yang turun jabatan dan dinonjob atau tidak menjabat. 

Ketua Komisi I DPRD Tuban, Fahmi Fikroni mengatakan, tidak ada aturan yang baku memperbolehkan menonjobkan pejabat dan eselon.

Baik dalam Peraturan Pemerintah 11 tahun 2017, Peraturan Pemerintah 17 tahun 2020 dan Permen PRB No 15 Tahun 2015, itu tidak satupun membolehkan menurunkan eselon. 

Baca juga: Curiga Tetangga Tak Kunjung Keluar Rumah, Warga Tuban Kaget Saat Buka Pintu Belakang: Bau Tak Enak

"Kita akan tindak lanjuti ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Mereka katanya sudah konsultasi, kami minta datanya itu. Prosesi pelantikan pejabat terlalu dipaksakan," ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Untuk itu, Roni sapaan akrabnya masih menunggu jawaban secara tertulis dan data-data dari jumlah pegawai yang nonjob, serta berapa yang turun eselon dan naik eselon. 

Jawaban tertulis akan menjadi bahan untuk dibawa konsultasi Kemenpan RB dan KASN.

Bahkan, menurutnya mutasi yang terjadi terkesan dipaksakan dengan alasan perampingan. Tapi mengapa ada pejabat yang dinaikkan dan diturunkan, tidak lepas dari unsur politik tentunya like and dislike (suka tidak suka, red). 

Baca juga: Kotak Amal Terbungkus Karung Dibuang di Semak-semak Tuban, Ada Uang Rp 5 Ribu Ditinggalkan

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved