Breaking News:

Berita Kabupaten Mojokerto

Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Mojokerto Melonjak di Awal Tahun 2022, Dinkes Upayakan Fogging

Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto melonjak di awal tahun 2022, Dinkes upayakan fogging.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Mohammad Romadoni
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati di Pendopo Graha Majatama, Rabu (12/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengalami lonjakan pada awal tahun 2022 ini.

Berdasarkan update data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, kasus DBD bersamaan dengan puncak musim penghujan, ada 18 kasus yang menerpa sembilan kecamatan di awal Tahun 2022 ini.

Adapun temuan 18 kasus DBD di sembilan kecamatan yakni Kecamatan Sooko 3, Kecamatan Mojosari 3, Kecamatan Kutorejo 3, Kecamatan Puri 2, Kecamatan Mojoanyar (Desa Gayaman) 1, Kecamatan Jetis 2, Kecamatan Pungging 1, Kecamatan Dlanggu 2 dan Kecamatan Dawarblandong 1 kasus.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, pihaknya akan berupaya menekan angka kasus DBD dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, terutama di wilayah endemik, dan fogging untuk memberantas jentik-jentik nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan virus.

Baca juga: 9 Warga Sananwetan Kota Blitar Terkena DBD dan Chikungunya, Warga Resah dan Minta Fogging

"Sebetulnya kalau sudah musim penghujan harus waspada semuanya mengantisipasi kasus DBD, karena satu hal yang perlu kita pahami, penyakit virus itu tidak ada obatnya," ucap Ikfina Fahmawati di Pendopo Graha Majatama, Rabu (12/1/2021).

Ikfina menyebut pihaknya akan mengumpulkan seluruh dinas terkait yang melibatkan kader kesehatan, PSN (pemberantasan sarang nyamuk) tingkat desa untuk menekan kasus terutama di sembilan kecamatan yang dilanda DBD.

Dia menegaskan, Dinkes Kabupaten Mojokerto agar cepat tanggap untuk merespons pencegahan penyebaran penyakit DBD

"Ada kader PSN di setiap wilayah ini perlu kita tingkatkan lagi, karena kita masih fokus penanggulangan Covid-19," terangnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, dr Ulum Rokhmat menambahkan, pihaknya telah mengoptimalkan penanganan kasus DBD yang menerpa sembilan kecamatan tersebut.

"Kalau status wabah (DBD) belum karena bersamaan perubahan cuaca musim hujan sehingga populasi nyamuknya bangun (aedes aegypti)," jelasnya.

Menurut dia, upaya fogging akan dilakukan untuk mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti di wilayah yang terjangkit DBD. Di sisi lain, masyarakat diimbau menerapkan 3M+ yaitu menguras, mengubur dan menutup wadah yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

"Kita perlu meningkatkan kewaspadaan diri terkait diagnosa, sehingga jangan sampai ada korban akibat DBD," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved