Breaking News:

Berita Nganjuk

Nganjuk Tergenang Banjir, Marhaen Djumadi Sebut Pendangkalan dan Sampah Jadi Biang Kerok

Sejumlah wilayah Nganjuk tergenang banjir, Marhaen Djumadi sebut pendangkalan dan sampah di salurai air jadi biang kerok.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyedot air genangan di Jalan Dermojoyo yang menjadi area perkantoran vital di Kabupaten Nganjuk, Rabu (12/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk merespons keluhan banjir di Nganjuk yang terjadi setelah turun hujan deras.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya yang sudah menginventarisir penyebab genangan air yang mencapai sekitar 40 centimeter di wilayah pusat Nganjuk. Di antaranya akibat saluran air yang mengalami pendangkalan, sehingga tidak mampu menampung air hujan lebat.

"Kami telah melakukan langkah normalisasi saluran air tersebut, yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum hingga sekarang ini," kata Marhaen Djumadi, Rabu (12/1/2022).

Di samping itu, dikatakan Marhaen Djumadi, ada sejumlah titik saluran air yang ternyata mengalami kerusakan akibat kegiatan penebangan pohon. Di mana akar pohon yang merusak saluran belum dilakukan perbaikan kembali, sehingga menghambat air. Kondisi tersebut mengakibatkan air tidak bisa lancar di saluran.

"Persoalan itupun sudah kami lakukan perbaikan hari ini dan saluran sudah kembali lancar," ucap Marhaen Djumadi.

Dan yang memprihatinkan, ungkap Marhaen Djumadi, yakni masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuat sampah di saluran air. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya sampah yang menyumbat saluran air. Terutama di saluran air yang ada di sekitar pasar tradisional Nganjuk. Saat hujan lebat turun, air meluber dari saluran.

"Inilah mungkin penyebab utama dari timbulnya genangan air di wilayah Nganjuk, yakni akibat sampah yang dibuang di saluran air," tandas Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, menurut Marhaen Djumadi, untuk mengatasi seluruh persoalan penyebab air menggenang di wilayah Nganjuk, pihaknya telah melakukan langkah normalisasi saluran juga berupaya maksimal memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak membuat sampah di saluran air.

Langkah berikutnya, tambah Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk akan membangun embung penampung air sekaligus berfungsi sebagai serapan air di Nganjuk. Dengan demikian, air akibat turun hujan berlebihan bisa mengalir ke embung yang telah dipersiapkan selain mengalir ke sungai besar.

"Kami pun berharap langkah yang kami lakukan untuk mengatasi genangan air itu bisa dimengerti dan didukung masyarakat. Karena tanpa partisipasi masyarakat, rasanya sulit untuk mengatasi air genangan di Nganjuk," tutur Marhaen Djumadi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved