Breaking News:

Berita Surabaya

Nyambi Jadi Pengedar Sabu, Driver Ojek Online di Surabaya Dibekuk Polisi di Kosnya

Punya bisnis sampingan menjadi pengedar sabu, driver ojek online di Surabaya dibekuk polisi di rumah kosnya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
AP (36), driver ojek online di Surabaya yang nyambi jadi pengedar sabu saat di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (13/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Firman Rachmanudin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tak hanya menjadi driver ojek online, AP (36) juga punya bisnis sampingan menjadi pengedar sabu.

Pria asal Bandarejo, Sememi, Surabaya itu dibekuk Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat berada di kosnya di Jalan Gadukan Surabaya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya lima poket plastik transparan berisi sabu dengan berat masing-masing 76,05 gram, 35,5 gram, 0,24 gram, 0,25 gram dan 0,21 gram.

Kini pelaku dan barang bukti yang disita dari hasil penggeledahan ada di Mako Polrestabes Surabaya.

Baca juga: Sabu Dibungkus Kemasan Teh Jadi Barang Bukti, Kurir Narkoba Asal Malang Dibekuk Polisi

"Berat seluruhnya setelah ditimbang 112,05 gram. Disita juga timbangan elektrik, 1 bendel plastik transparan warna putih, 4 bendel klip plastik, 2 ponsel serta uang tunai Rp 150.000," jelas Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Daniel Marunduri, Kamis (13/1/2022).

AKBP Daniel Marunduri menambahkan, informasi adanya pengemudi ojek online yang juga jadi pengedar sabu, langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan. 

Pelaku dapat dibekuk pada Rabu (5/1/2022) sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti dalam jaket di atas tempat tidur dalam kamarnya.

"Tersangka AP mengaku mendapatkan barang bukti berupa 5 (lima) poket plastik transparan berisi narkotika jenis sabu pada Senin (3/1/2022) sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Sidosermo Surabaya dengan cara diranjau," tambah AKBP Daniel Marunduri.

AP mengaku awalnya mendapatkan kiriman paket sabu dari SL (DPO) sebanyak 1 poket, kemudian dibagi menjadi 6 poket dan sudah sempat laku 1 poket.

"Tersangka sudah 2 kali menerima kiriman barang dari SL dan mendapatkan upah sebesar Rp 150.000 per gramnya," pungkas AKBP Daniel Marunduri.

Akibat perbuatannya, AP kini sudah tak bisa lagi mencari penumpang karena dipenjara. 

Polisi menjeratnya dengan tindak pidana Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved