Breaking News:

Berita Situbondo

Jenazah Bidan Situbondo yang Dibunuh Suaminya Belum Diautopsi, Orang Tua dan Anggota DPRD Kecewa

Jenazah bidan Situbondo yang dibunuh suaminya belum juga diautopsi, orang tua dan anggota DPRD kecewa: Tenaga Dinkes diperlakukan seperti ini.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Izi Hartono
Orang tua Haniseh (42), bidan Situbondo yang dibunuh suaminya kecewa dengan pelayanan di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo yang dinilai lamban, Kamis (13/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Orang tua Haniseh (42), bidan Situbondo yang dibunuh suaminya kecewa dengan pelayanan di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo yang dinilai lamban.

Jenazah Haniseh belum juga diautopsi setelah 10 jam berada di ruang instalasi jenazah rumah sakit milik pemerintah kabupaten ini.

Hal itu karena dokter forensik rumah sakit sedang ada tugas luar kabupaten.

Ayah kandung Haniseh, H Mursyid mengaku dirinya bersama istrinya telah menunggu jenazah anaknya sejak pukul 09.00 WIB, namun jenazah anaknya belum juga diautopsi.

"Sejak tadi pagi sampai sekarang nunggu di sini," ujar H Mursyid kepada Tribun Jatim Network, Kamis (13/1/2022).

Dia mengaku takut terjadi kesalahan jika anaknya tidak diautopsi, hal itulah yang membuatnya setuju untuk dilakukan autopsi.

H Mursyid juga berharap pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya. Dia mengaku tak menyangka menantunya tega melakukan hal tersebut.

Baca juga: Bidan di Situbondo Tewas Dibunuh Suaminya, Pelaku Cemburu Buta Sampai Terus Buntuti Korban

"Kalau perlu pelaku itu dihukum mati," ujarnya.

Selama ini, kata H Mursyid, anaknya itu tidak pernah membangkang atau melawan perintah orang tuanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved