Breaking News:

Berita Madiun

Mengenal Sistem Tanam Terraganik Yang Sedang Dikembangkan Pemkot Madiun

Pemerintah Kota Madiun tengah mengembangkan sistem tanam Terraganik sebagai alternatif untuk menghindari sistem tanam menggunakan pupuk kimia

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Sofyan Arif Candra
Kelompok Tani Tengah Mempraktikkan Sistem Tanam Terraganik di Ngrowo Bening Kecamatan Taman Kota Madiun 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pemerintah Kota Madiun tengah mengembangkan sistem tanam Terraganik sebagai alternatif untuk menghindari sistem tanam menggunakan pupuk kimia sintetik.

Sebidang tanah di Ngrowo Bening, Kecamatan Taman, digunakan sebagai pilot project sistem tanam Terraganik yang digerakkan oleh kelompok tani di di Kota Madiun.

Pegiat Terraganik, Daud menjelaskan sistem tanam Terraganik merupakan sistem tanam yang mengandalkan bakteri dalam tanah.

Bakteri yang telah dikembangbiakkan akan diaplikasikan ke tanah untuk menghidupkan mikroorganisme sehingga tanah menjadi subur.

Baca juga: The Westin Surabaya Siapkan Perayaan Imlek 2022 yang Mewah, Gabungkan Konsep Imlek dan Valentine

"Kita ambil (bakteri) dari gunung, tanah yang belum pernah terbakar dan hutan yang belum pernah terbakar, diambil lalu dibiakkan terlebih dahulu, setelah itu kita aplikasikan ke tanah," ucap Daud, Jumat (14/1/2022).

Setelah mengaplikasikan bakteri, sistem tanam Terraganik juga menggunakan sampah organik untuk menunjang pembiakkan bakteri di dalam tanah.

Nantinya bakteri tersebut yang akan mempercepat fermentasi sampah organik menjadi pupuk organik.

"Dengan penggunaan pupuk organik ini, hasil panen akan lebih sehat dibandingkan menggunakan pupuk kimia," terang Daud.

Selain lebih sehat, biaya sistem tanam Terraganik diklaim juga lebih murah karena hanya menggunakan pupuk berupa sampah organik yang didapatkan dari sampah rumah tangga, sampah pasar, daun-daun yang gugur, ataupun pupuk kandang.

Lebih lanjut, menurut Daud sistem Terraganik tidak jauh berbeda dengan sistem tanam menggunakan pupuk bokashi yang fermentasinya dibantu oleh effective microorganism (EM4)

"Hasilnya sama saja, kelebihannya kita lebih murah karena dari rumput dan daun-daunan sama kotoran hewan bisa dijadikan pupuk tanpa mengolah lahan," jelasnya.

Jika tertarik untuk belajar sistem tanam Terraganik, Daud mempersilakan untuk datang ke Ngrowo Bening dan melihat prosesnya bersama kelompok tani di tempat tersebut.

Kumpulan berita Madiun terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved