Breaking News:

Gunung Semeru Erupsi

Debit Air Meningkat, Jembatan Supiturang Lumajang Terputus, Warga Berencana Kebut Perbaikan

Debit air meningkat, jembatan di Desa Supiturang Lumajang terputus, warga berencana bergotong-royong kebut perbaikan.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Jembatan di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, ambrol setelah Sungai Samok dilanda banjir, Jumat (14/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Hujan deras yang mengguyur pada Kamis (13/1/2022) mengakibatkan debit air Sungai Samok meningkat, hingga membuat jembatan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, terputus.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Tribun Jatim Network, jembatan ambrol pada Jumat (14/1/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.

Jembatan yang terputus itu tak lagi bisa dilewati kendaraan.

Kini warga atau relawan yang hendak menuju Supiturang harus melalui jalan pintas lain dengan jarak cukup jauh.

Baca juga: Warga Lereng Gunung Semeru Gelar Selamatan Awali Pembangunan Jembatan Gantung Gladak Perak

Warga berencana bergotong-royong memperbaiki jembatan secara darurat. Batang-batang pohon kelapa ditata di atas jembatan yang putus. Diharapkan setelah jadi, minimal sepeda motor dapat kembali melintas.

Ahmad Zainuddun, salah seorang warga mengatakan, pasca jembatan tersebut rusak, mobilitas relawan menjadi terhambat. Sebab, selama ini jembatan tersebut menjadi akses utama penghubung antara Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan.

"Aktivitas masyarakat ke Curah Kobokan untuk melihat dan mengecek rumah ya jalan satu-satunya ini. mangkannya kami kebut untuk perbaikan," kata Ahmad.

Kini kondisi banjir sudah surut. Namun peristiwa kemarin membuat warga menjadi waswas. Dikhawatirkan sungai itu menjadi aliran baru banjir lahar, ketika puncak Gunung Semeru diguyur hujan lebat.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menjelaskan, kawasan lereng belakangan ini kerap diguyur hujan karena dampak fenomena hidrometeorologi. Hidrometeorologi adalah cuaca ekstrem yang dipicu oleh kondisi iklim. 

Oleh karena itu, Wawan Hadi Siswoyo mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi sungai jika terjadi hujan.

"Kami selalu mengimbau dalam situasi siaga, terutama hidrometeorologi jika mendung atau sudah hujan segera hindari daerah aliran sungai. Karena sewaktu-waktu berpotensi adanya lahar dingin. Makanya terus tingkatkan kewaspadaan karena hujan bisa sewaktu-waktu datang dibarengi lahar dingin," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved