Berita Gresik

Cerita Jukir di Gresik Soal Penerapan Parkir Non Tunai, HP Lemot Instal Beragam Aplikasi Pembayaran

Petugas juru parkir (Jukir) di Kota Gresik yang menjalankan sistem pembayaran parkir non tunai mulai kewalahan, sebab aplikasi pembayaran non tunai se

Penulis: Sugiyono | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Moch. Sugiyono
NON TUNAI - Hermantea menunjukan bukti pembayaran non tunai, Minggu (16/1/2022). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Petugas juru parkir (Jukir) di Kota Gresik yang menjalankan sistem pembayaran parkir non tunai mulai kewalahan, sebab aplikasi pembayaran non tunai sering trobel, Minggu (16/1/2022). Sehingga, jukir tetap menerima uang tunai.

Sistem pembayaran parkir non tunai di tempat umum yang dikembangkan Bupati Gresik mulai awal tahun 2022 terus diterapkan di lapangan.

Alhasil, masyarakat harus membayar secara non tunai menggunakan aplikasi jasa pembayaran non tunai. Seperti OVO, Go Pay, Link Aja dan Dana. 

Dari pembayaran non tunai tersebut, diharapkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) tidak ada kebocoran dari retribusi parkir. Sehingga, bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD). 

Baca juga: Gresik Mulai Uji Coba Parkir Non Tunai, Baru Dua Jam Mampu Raup Rp 1 Juta, Begini Teknisnya

Dari pelaksanaan di lapangan, yang dikeluhkan petugas jukir yaitu sering trobelnya aplikasi pembayaran non tunai.

Bahkan, lima kali pemakaian sudah trobel. Sehingga, para jukir harus memasang lebih dari 3 aplikasi.  

“Ini sudah resiko bekerja. Petugas parkir harus punya HP (handphone) android. Walaupun HP tidak bagus. Sehingga, buat instal tiga aplikasi sudah lemot. Ada OVO, Go Pay, Link Aja dan Dana,” kata Hermantea, petugas parkir Jalan Samanhudi, sebelah timur Pasar Gresik. 

Lebih lanjut Hermantea menambahkan, fungsi aplikasi tersebut digunakan untuk melayani masyarakat yang tidak membayar secara non tunai.

Baca juga: Kawal Parkir Non Tunai di Gresik, Puluhan Personel Dishub dan Satpol PP Disiagakan Pantau Transaksi

Sebab, kendala di lapangan yaitu masyarakat punya aplikasi pembayaran non tunai, tapi tidak punya saldo. Ada masyarakat yang tidak punya aplikasi pembayaran non tunai dan ada masyarakat yang tidak mau ribet. 

“Masyarakat yang membayar tunai, kita beri karcis. Setelah itu, baru saya bayarkan secara non tunai memakai HP saya. Sehingga, langsung setor ke Bank Jatim milik rekening Pemkab Gresik. Masalahnya, aplikasi itu sering trobel,” imbuhnya. 

Sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2020, retribusi parkir di tempat umum untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 2.000, roda empat Rp 3.000 dan roda enam Rp 10.000.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved