Berita Malang

Pemkot Malang Terapkan Jam Malam untuk Cegah Omicron, Aktivitas Warga Maksimal Pukul 21.00 WIB

Belum lama ini, wilayah Kabupaten Malang tepatnya di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari ditemukan satu orang warganya positif Covid 19 varian Omicro

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/ Kukuh Kurniawan
Suasana Kawasan Heritage Kayutangan Kota Malang saat malam hari 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang terus meningkatkan kewaspadaan usai wilayah Kabupaten Malang tepatnya di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari ditemukan satu orang warga positif Covid-19 varian Omicron. Kini, wilayah tersebut diberlakukan lockdown lokal.

Selain mengimbau masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan (prokes), Pemkot Malang juga mengambil kebijakan untuk membatasi aktivitas warga.

Terlebih, saat ini status Kota Malang kembali dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 versi Inmendagri.

Salah satu yang ditekankan, Pemkot Malang kembali menerapkan kebijakan jam malam di tiap wilayah. Hal ini pun sebagai upaya penguatan PPKM mikro di tingkat RT dan RW.

Baca juga: Warga Singosari Malang Terpapar Varian Omicron, Satu RT di Desa Banjararum Lockdown Lokal

Hal itu pun telah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No 1 Tahun 2022 tentang PPKM Level 2 Covid 19 dan Penguatan PPKM Mikro di Tingkat RW/RT.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pemberlakuan jam malam di lingkup RT/RW diminta untuk kembali dikuatkan. Yakni, pembatasan aktivitas warga dimaksimalkan hingga pukul 21.00 WIB.

"Sesuai dengan instruksi di Inmendagri dan juga yang tertuang di SE No 1. Kami minta PPKM mikro dikuatkan lagi termasuk jam malam," ujarnya kepada TribunJatim.com, Minggu (16/1/2022).

Dirinya menjelaskan, kebijakan ini tak semata-mata hanya karena Kota Malang kembali berstatus PPKM Level 2. Melainkan, sebagai upaya pencegahan masuknya varian baru Covid-19 varian Omicron.

Baca juga: Dinkes Kota Malang Sebut Belum Ada Temuan Varian Omicron di Kota Malang

Meski kasus Covid 19 di Kota Malang saat ini melandai, tetapi pasien dalam pantauan masih terus ada.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan patuh dalam disiplin prokes.

"Masih ada sekitar empat atau lima orang yang dalam pantauan (pasien positif Covid 19). Semoga tidak bertambah lagi. Dan ini memang masih ada, cepat keluar atau cepat sembuhnya tapi ada lagi 1-2 kasus. Oleh karena itu, saya terus menerus ingatkan, masyarakat harus tetap waspada dan prokes tetap dikuatkan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved