Berita Kota Batu

Tempat Uji KIR Kota Batu Berencana Dibangun April 2022, Pakai Bekas Kantor KPUD

Pemerintah Kota Batu berencana membangun tempat Uji KIR pada April 2022. Pembangunan tempat Uji KIR ini menempati bekas kantor KPUD Kota Batu di Kecam

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/PROKOPIM BATU
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko bersama Kepala Dishub, Imam Suryono meninjau lokasi bagian belakang rencana dibangunnya tempat Uji Kir. 

TRIBUNJATIM.COM, BATUPemerintah Kota Batu berencana membangun tempat Uji KIR pada April 2022. Pembangunan tempat Uji KIR ini menempati bekas kantor KPUD Kota Batu di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Lahannya seluas 3000 meter persegi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Imam Suryono. Secara teknis pembangunannya, mulai DED hingga pengerjaan proyek ditangani oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP).

Ia menerangkan, Dishub akan menjadi OPD pengelola aset gedung Uji KIR. Tak ada perombakan pada bagian gedung utama.

Hanya saja akan ditambah hanggar seluas 8×45 meter di bagian belakang gedung. Penetapan lokasinya juga telah dituangkan dalam SK Wali Kota Batu.

Pembangunan tempat uji KIR diperkirakan menelan biaya Rp 12.5 miliar. Dengan rincian biaya anggaran pembangunan senilai Rp 5 miliar dan Rp 7 miliar untuk pengadaan alat uji KIR. Alatnya semisal brake tester, smoke tester, speedometer tester.

Baca juga: Pemkot Malang Terapkan Jam Malam untuk Cegah Omicron, Aktivitas Warga Maksimal Pukul 21.00 WIB

Imam memproyeksikan potensi pendapatan tahunan dari uji KIR bisa mencapai hampir 1.5 miliar per tahun. Nilai itu diasumsikan dari biaya rata-rata sebesar Rp 100 ribu dikalikan 7000 unit kendaraan di Kota Batu yang dilakukan setiap enam bulan sekali atau dua kali per tahun.

"Bahkan potensinya bisa lebih jika nantinya memfasilitasi pemilik kendaraan dari wilayah Malang Barat meliputi Pujon, Ngantang, Kasembon. Jangkauannya lebih dekat dibandingkan ke Kota Malang ataupun Kabupaten Malang,” ujarnya.

Selama ini para sopir kendaraan angkot dari Kota Batu kerap mengeluh karena harus menempuh jarak yang jauh untuk melakukan uji coba kelayakan spesifikasi kendaraan. Para supir di Kota Batu masih menumpang di Kota Malang atau Kabupaten Malang untuk Uji KIR.

Baca juga: Pengacara Tersangka Penendang Sesajen Respon Keinginan Bupati Lumajang Ingin Interogasi Kliennya

Pengurus Organda Kota Batu Heri Junaedi sangat antusias dengan hadirnya tempat uji Kir di Kota Batu. Hadirnya tempat uji KIR sangat membantu supir dari sisi pengeluaran.

“Kalau kami uji KIR di Kota Malang kami merasa disepelekan. Selain pemeriksaannya ketat, biayanya juga mahal. Bahkan bisa tiga kali lipat,” keluh Heri.

Heri mengungkapkan, setiap melakukan uji KIR biaya yang harus disediakan paling tidak berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu.

Belum lagi mereka harus menempuh jarak yang relatif jauh sehingga perlu ongkos transport tambahan. Hal itu membuat para supir berpikir ulang dan banyak yang memilih tak melakukan uji KIR

“Makanya kami berkeinginan Kota Batu memiliki tempat uji KIR sendiri. Agar pengeluaran kami lebih minim, Sehingga akan menghemat anggaran yang dikeluarkan pemilik kendaraan,” ujar Heri. 

Baca juga: Waspada Demam Berdarah, Masyarakat Kota Batu Dihimbau Gencar Lakukan PSN

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved