Berita Probolinggo

Protes Jalan Rusak, Emak-emak di Probolinggo Duduk di Tengah Jalan Adang Truk Tambang Pasir dan Batu

Protes jalan rusak, emak-emak di Probolinggo duduk di tengah jalan untuk mengadang truk tambang pasir dan batu (sirtu). Ini curhatan mereka.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma
Jalan di Desa Tanjungrejo, Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang rusak diduga akibat aktivitas truk tambang sirtu, diprotes emak-emak, Senin (17/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Protes jalan rusak, sejumlah emak-emak di Dusun Sumuran, Desa Tanjungrejo, Tongas, Kabupaten Probolinggo, mengadang truk tambang pasir dan batu (sirtu) yang melintas, dengan duduk di kursi bambu di tengah jalan desa setempat. 

Hal itu karena, warga menduga jalan rusak di desa setempat akibat aktivitas truk tambang pasir

Aksi tersebut dilakukan pada Senin (17/1/2022) sekitar pukul 08.00 WIB-09.00 WIB. 

Seorang peserta aksi, Saijah (45) warga Dusun Sumuran mengatakan, ia dan emak-emak menginginkan pihak tambang pasir dan batu setempat memperbaiki jalan yang rusak. 

Pasalnya, di musim penghujan, jalanan desa menjadi berlumpur. Jalan desa yang rusak bisa ditemui sepanjang sekitar 4 km. 

Baca juga: Seusai Ditanam Pohon Pisang, Jalan Rusak di Betoyo Gresik Akhirnya Diperbaiki

"Tentu ketika pengendara, utamanya motor, melintas di jalan desa rawan terpeleset. Tak hanya itu, beberapa titik jalan ditemui lubang. Kami minta jalan diperbaiki," katanya.

Saijah menjelaskan, sopir truk tak jarang mengemudi dengan kecepatan kencang tatkala melintas di jalan desa. 

Padahal, banyak anak-anak yang melewati jalan tersebut untuk berangkat maupun pulang sekolah. 

"Kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan saat truk melaju kencang. Membahayakan anak-anak sekolah," terangnya. 

Peserta lain, Halimah (55) warga Dusun Sumuran mengungkapkan, jalan rusak tak hanya membahayakan di kala musim hujan saja. 

Saat musim kemarau, emak-emak juga dibuat resah. 

"Debu jalan mengotori rumah. Tiap hari kami harus membersihkan. Debu yang masuk rumah juga bisa mengganggu kesehatan. Kalau bisa jalan rusak segera diperbaiki," urainya. 

Halimah menyebut, sebetulnya warga mendapat kompensasi Rp 25.000 per bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved