Berita Kota Batu

Diharapkan Akhir Januari Rampung, Pelaksana Pembongkaran Pasar Besar Batu Dikejar Tenggat Waktu

Pembongkaran Pasar Besar Kota Batu belum rampung hingga Rabu (19/1/2022). Menurut pelaksana pembongkaran, proses penyelesaian telah mencapai 80 persen

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Proses pembongkaran Pasar Besar Kota Batu yang belum rampung hingga Rabu (19/1/2022). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU -  Pembongkaran Pasar Besar Kota Batu belum rampung hingga Rabu (19/1/2022). Menurut pelaksana pembongkaran, proses penyelesaian telah mencapai 80 persen sejak mulai dikerjakan pada 26 Desember 2021.

Mayoritas bangunan gedung telah dirobohkan. Tahap pembersihan reruntuhan ini pun prosesnya masih 20 persen.

Subaidi selaku pihak pelaksana pembongkaran mengatakan, butuh waktu setidaknya 20 hari lagi untuk merampungkan pembongkaran Pasar Besar Kota Batu sekaligus pembersihan area dari puing-puing bongkaran.

Proses pembongkaran ini menerjunkan sekitar 30 pekerja dibantu empat unit alat berat. Namun di sisi lain, Subaidi juga dikejar tenggat waktu karena pemerintah berharap pembongkaran selesai akhir Januari ini. Di akhir Januari ini juga proses pembangunan telah selesai.

“Idealnya, butuh waktu sekitar dua minggu hingga bersih semuanya. Kalau sudah bersih semuanya, baru membangun,” ungkapnya.

Saat ini, sejumlah alat berat juga mengumpulkan besi-besi hasil dari pembongkaran. Diperkirakan bobot besi yang diperoleh dari hasil bongkaran bisa mencapai 150 ton.

Total bobot itu belum termasuk 31 barang bongkaran dari unit 5 hak. Pasalnya, sejumlah pedagang masih belum mengembalikan unit tersebut.

31 barang itu terdiri atas 19 pintu gulung, 7 kusen berbahan alumunium dan 5 atap galvalum. Subaidi memperkirakan kerugiannya bisa mencapai Rp 77,5 juta jika barang-barang itu tak dikembalikan.

“Karena saat pertemuan di kantor KPKNL Malang dijelaskan bahwa seluruh aset bongkaran hak pemenang lelang. Kecuali rolling door di unit 1 dan unit 2,” seru Subaidi.

Subaidi berharap ada ketegasan dari pemerintah, pasalnya, ia juga telah memberikan toleransi waktu kepada pedagang untuk mengembalikan barang-barang yang memang menjadi haknya.

Sejatinya, batas waktu pengembalian berakhir pada 5 Januari lalu sesuai kesepakatan antara Pemkot Batu dan pemenang lelang. Namun nyatanya, hingga saat ini masih ada sejumlah barang yang belum kembali.

“Selama saya masih di Batu, saya kasih toleransi. Tapi jika belum dikembalikan hingga pembongkaran selesai, maka akan saya klaimkan ke Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD)," tandasnya.

Kepala BKAD Kota Batu, M Chori menyampaikan pihaknya akan memeriksa data untuk dikomparasikan dengan data yang disampaikan pemenang lelang.

“Untuk klaim itu hak pemenang lelang. Karena ini berkutat soal data, maka kami harus verifikasi data antara UPT Pasar Besar Batu dan pemenang lelang,” papar Chori. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved