Berita Kota Pasuruan

Polisi Bekuk Begal Payudara di Pasuruan, Rekaman CCTV Buat Pelaku Tak Berkutik Saat Ditangkap

Polisi bekuk begal payudara wanita di Pasuruan, rekaman CCTV buat pelaku tak berkutik saat ditangkap di rumahnya.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Satreskrim Polres Pasuruan berhasil menangkap begal payudara yang meresahkan warga Pasuruan, Rabu (19/1/2022). Dia adalah Aries Aprianto (29) warga Bangil, Kabupaten Pasuruan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan berhasil menangkap begal payudara yang meresahkan warga Pasuruan.

Dia adalah Aries Aprianto (29) warga Bangil, Kabupaten Pasuruan, seorang pekerja pom bensin mini.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, pihaknya butuh 2 x 24 jam untuk menangkap tersangka di rumahnya.

Menurutnya, setelah korban, F (35) warga Bangil melapor ke polisi, pihaknya langsung bergerak cepat menindaklanjutinya.

Baca juga: Hendak Berangkat ke SD, Guru di Jember Jadi Korban Begal Payudara, Ternyata Bukan Kejadian Pertama

Polisi menyelidiki rekaman CCTV di lokasi kejadian, dan meminta keterangan sejumlah saksi serta korban.

"Kami mengamankan tersangka di Bangil. Saat penangkapan tersangka tidak mengelak, dan mengakui perbuatannya," kata AKP Adhi Putranto Utomo, Rabu (19/1/2022).

AKP Adhi Putranto Utomo menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka kepada penyidik, pelecehan seksual dilakukan tersangka karena tergiur bentuk tubuh korban.

"Alasannya karena tertarik dengan bentuk tubuh korban yang membuatnya tidak bisa menahan hasrat dan nafsunya," urainya.

AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, kejadian itu bermula saat tersangka sedang membeli makanan di sekitar Alun-alun Bangil.

Di tengah jalan, tersangka berpapasan dengan korban.

"Setelah membeli makanan itu, tersangka memepet korban dan melakukan pelecehan seksual. Setelah itu melarikan diri," tambahnya.

Menurut AKP Adhi Putranto Utomo, tersangka akan dikenakan pasal 289 KHUP subsider pasal 281 KUHP dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved