Berita Kota Blitar

Rizat Arifin Ingin Kenalkan Sejarah dan kebudayaan Blitar pada Anak Muda Lewat Karya Lukis

Pelukis Rizat Arifin ingin mengenalkan sejarah dan kebudayaan Blitar pada anak muda lewat karya lukis. Rampokan Macan misalnya.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
Pelukis Rizat Arifin (54) menunjukkan lukisannya berjudul Rampokan Macan di rumahnya, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Sabtu (22/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Melalui karya lukis, Rizat Arifin (54) ingin mengenalkan sejarah dan kebudayaan di Blitar kepada anak muda, yang menjadi generasi penerus bangsa.

Pelukis kelahiran Surabaya yang sekarang tinggal di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, itu tengah gencar membuat lukisan yang menjadi ikon kesenian dan kebudayaan di Blitar. 

"Sudah hampir setahunan ini, saya lebih banyak membuat lukisan yang menjadi ikon di Blitar. Saya ingin mengenalkan kembali sejarah dan budaya di Blitar lewat lukisan kepada generasi muda," kata Rizat saat ditemui di rumahnya, Sabtu (22/1/2022). 

Rizat sedang menyelesaikan sebuah karya lukis yang diberi judul Rampokan Macan di rumahnya. 

Bangunan di samping rumahnya yang belum jadi 100 persen dia gunakan sebagai galeri dan tempat melukis. 

Sejumlah lukisan karyanya dipajang di dinding galeri dan sebagian dijajar di lantai. 

Baca juga: Usung Tema Bangkit dari Keterpurukan, 32 Seniman Ikuti Pameran Lukisan di Gedung DPRD Kota Malang

Lukisan karya Rizat yang dipajang di rumah kebanyakan bertema tentang Blitar. 

Mulai lukisan sosok Presiden Pertama RI, Ir Soekarno atau Bung Karno, Gunung Kelud, Ikan Koi, dan yang sekarang sedang dikerjakan lukisan Rampokan Macan. 

"Lukisan Rampokan Macan ini baru selesai 60 persen," ujar bapak dua anak itu. 

Rizat mengatakan, Rampokan Macan merupakan sebuah tradisi masa lalu di wilayah Mataram termasuk di Blitar. 

Rampokan Macan biasanya digelar untuk menyambut para tamu kehormatan di masa lalu. 

Dalam lukisan itu, Rizat menggambarkan ada seekor macan di tengah lapangan yang dikepung massa dengan membawa senjata tombak. 

"Saya mencari referensi soal Rampokan Macan lewat internet. Karena saya sebenarnya asli Surabaya dan menikah dengan orang Blitar," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved