Berita Kota Batu

Proyek Kereta Gantung di Kota Batu Masih Tunggu Kepastian, Punjul Santoso: Dalam Pembahasan Kemenhub

Proyek kereta gantung di Kota Batu masih menunggu kepastian, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso: Dalam pembahasan Kemenhub.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso saat berada di ruang kerjanya, Balai Kota Among Tani, Senin (24/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Rencana pembangunan kereta gantung yang telah masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batu Periode 2017-2022 masih jauh dari harapan.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso menuturkan, Pemkot Batu masih menunggu penerbitan regulasi teknis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Masih dalam pembahasan oleh Kemenhub. Kami belum tahu kapan selesainya,”  ungkap Punjul Santoso, Senin (24/1/2022).

Konsorsium PT INKA juga juga masih menyelesaikan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan studi kelayakan. Termasuk kepastian pendanaan mega proyek ini berasal dari investor murni atau investasi bersama. Sekadar informasi, kebutuhan dana untuk proyek ini mencapai Rp 300 miliar.

“Termasuk soal pendanaan itu juga masih dikoordinasikan. Kami masih menunggu informasi terbaru,” ungkap Punjul Santoso.

Baca juga: Pemkab Malang Siapkan Lahan 15 Hektare di Tumpang untuk Proyek Kereta Gantung: Hubungkan Malang Raya

Pemkot Batu telah berkirim surat ke Kemenhub untuk mendapatkan rekomendasi izin teknis. Regulasi dari Kemenhub dinilai penting karena secara aturan, moda transportasi kereta gantung hingga kini belum ada yang mengatur.

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Machmud meminta Pemkot Batu terus aktif menjemput bola terkait kepastian regulasi dari Kemenhub. Jika memang sudah mentok, Didik menyarankan agar mega proyek itu dihapus saja dari RPJMD.

Pasalnya, sudah masuk waktu perubahan saat ini. Apalagi tahun 2022 ini adalah masa akhir kepemimpinan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso.

“Saya harap dalam dua bulan ini Pemkot Batu lewat Bappelitbangda aktif menanyakan kepastiannya. Kalau memang tidak kunjung jelas, lebih baik dihapus,” tegas dia.

Didik cukup pesimistis dengan proyek tersebut. Pasalnya, butuh anggaran dan waktu jangka lama. Di sana ada hal-hal teknis yang diatur, mulai dari alur hingga pembebasan lahan.

Informasi yang banyak beredar, kereta gantung direncanakan terbagi menjadi dua rute. Pertama yakni rute Lor Brantas meliputi Selecta, Putuk Gendero, Puncak Kalindra, Coban Talun dan Bukit Jengkoang.

Kedua, rute Kidul Brantas meliputi Sengkaling, Jatim Park 3, Gangsiran Putuk, Jatim Park 2, Kusuma Agrowisata, Gunung Seruk, Pos Pendakian Gunung Panderman, dan Gunung Punuk Sapi. Kedua rute ini tidak saling terhubung. Panjang rute yang akan dibangun mulai 3,5 km hingga 15 km.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved