Berita Kabupaten Madiun

Selidiki Dugaan Pembunuhan Wanita di Wungu Madiun, Polisi Periksa 15 Saksi Termasuk Dukun

Selidiki kasus dugaan pembunuhan wanita di Kecamatan Wungu, Polres Madiun memeriksa 15 saksi, termasuk dukun yang pernah ditemui korban.

TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra
Seorang perempuan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (24/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - 15 saksi diperiksa polisi terkait dugaan pembunuhan Ismiyati, perempuan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, yang ditemukan meninggal di dalam rumahnya, Minggu (24/10/2021).

Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Ryan Wira Raja Pratama mengatakan, lamanya proses penyelidikan ini disebabkan karena barang bukti yang minim di tempat kejadian perkara (TKP).

"Memang terkesan cukup lama, karena kita tidak mau terburu-buru menetapkan tersangka, mengingat hasil penyelidikan dan petunjuk di TKP sangat minim," kata AKP Ryan Wira Raja Pratama, Senin (24/1/2022).

Namun begitu, AKP Ryan Wira Raja Pratama memastikan telah mendapatkan banyak keterangan dari 15 saksi yang telah diperiksa, termasuk paranormal atau dukun yang pernah ditemui korban.

Baca juga: Kisah Keluarga Tak Percaya Anak Gadis 14 Tahun Tewas, Nekat Simpan 2 Bulan, Kondisi Jasad Tak Biasa

"Banyak kita mintai keterangan, dukun yang korban temui juga sudah kita mintai keterangan," tambah AKP Ryan Wira Raja Pratama.

Dari hasil autopsi sendiri memang menunjukkan adanya jejak kekerasan menggunakan benda tumpul pada kepala dan leher korban yang menyebabkan pendarahan dan jatuh dalam kondisi asfiksia.

Sebelumnya diberitakan Ismiyati ditemukan meninggal, dalam keadaan telentang di dalam rumahnya yang terkunci.

Tetangga korban bertanya-tanya lantaran sedari pagi korban tidak keluar rumah.

Namun mereka berpikir korban sedang ke rumah anaknya yang ada di daerah lain.

"Baru ketahuan itu saat keponakannya mau titip bikin es. Tapi pintunya diketuk-ketuk tidak dibuka," kata tetangga korban, Bagiyo, Senin (25/10/2021).

Setelah diintip dari ventilasi, ternyata korban yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) sudah telentang di lantai.

Keluarga pun mendobrak pintu tersebut dengan maskud mengetahui kondisi korban.

"Ternyata sudah meninggal dunia. Lalu keluarga inisiatif lapor ke polsek karena ada darah di telinga kanan," lanjutnya.

Setelah itu, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Korban sendiri memang punya riwayat penyakit paru-paru, jantung serta hipertensi atau darah tinggi.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved