Berita Banyuwangi

Ketua PCNU Banyuwangi Penuhi Undangan Tabayun PBNU soal Dugaan Politik Praktis Dukung Capres

Ketua PCNU Banyuwangi, H Moh Ali Makki memenuhi undangan tabayun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (26/1). Pria yang akrab disapa Gus Makki

Penulis: Haorrahman | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Haorrahman
Moh.Ali Makki mencium tangan Ketua PBNU, KH.Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU, Rabu siang (26/1) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Haorrahman

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Ketua PCNU Banyuwangi, H Moh Ali Makki memenuhi undangan tabayun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (26/1). Pria yang akrab disapa Gus Makki itu, dipanggil PBNU terkait dugaan keterlibatan dalam politik praktis dukung mendukung calon presiden 2024.

Beberapa hari lalu, Gus Makki hadir secara langsung dalam kegiatan silaturahmi sekaligus konsolidasi dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Acara tersebut digelar di kantor PCNU Banyuwangi.

Gus Makki hadir tabayun ke PBNU bersama dengan Ketua PCNU Sidoarjo H. Zaenal Abidin dan didampingi Pengurus Wilayah Nahdlatul Jawa Timur, KH.Abdus Salam Shohib. “Kami sudah menyampaikan laporan kepada PBNU terkait isi tabayun dari A sampai Z. Untuk detailnya menjadi kewenangan PBNU untuk menyampaikan, kami tidak punya hak menyampaikan jawaban isi tabayun. Yang jelas untuk urusan tabayun sudah clear,” ujar Gus Makki.

Dalam kesempatan bertemu dengan Ketua Umum PBNU, Gus Makki juga melaporkan sejumlah program PCNU Banyuwangi. Salah satunya yakni mengenai Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. “Kami menyampaikan khusus soal pendidikan yang di bawah naungan LP Maarif NU ini, karena ini menyangkut soal masa depan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan kepada Ketum PBNU mengenai percepatan sertifikat tanah wakaf agar menjadi gerakan yang menyeluruh dan ada penguatan dari PBNU dengan Kementrian agraria. Agar seluruh tanah wakaf milik NU bisa terserfitikat.

Secara khusus, PCNU Banyuwangi juga menyerahkan permohonan inventarisasi dan pengembangan aset berupa sebidang tanah seluas 18.670 meter persegi yang berlokasi di Jalan Kepiting, Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi dengan mengamanahkan untuk keperluan rumah sakit.

“Tidak hanya soal asetnya, tetapi kami berharap sekaligus meneruskan pembangunannya dan kami juga meminta Ketua Umum PBNU juga melakukan ground breaking pembangunan RSNU di Jalan kepiting, Kelurahan Sobo ini,” tandas Gus Makki.

Sekedar diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanggil dua ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Banyuwangi dan Sidoarjo atas dugaan keterlibatan dalam politik praktis dukung mendukung calon presiden.

Pemanggilan ini tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani Ketua PBNU Amin Said Husni dan Wakil Sekretaris Jenderal Nur Hidayat. Pemanggilan untuk “tabayun” ini tertuang dalam surat bernomor 21/C.I.16/01/2022 untuk Ketua PCNU Banyuwangi. Sedangkan pemanggilan untuk Ketua PCNU Sidoarjo tertuang dalam surat bernomor 20/C.I.16/01/2022.

Ketua PCNU Banyuwangi dipanggil setelah PBNU menerima laporan adanya agenda politik Pemilihan Presiden 2024 yang melibatkan PCNU Banyuwangi. Bahkan kegiatan itu juga digelar di kantor PCNU Banyuwangi pada Rabu, 19 Januari 2022, dengan mendatangkan salah satu bakal calon presiden, Cak Imin.

Terkait hal ini, Ketua PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo diminta segera memberikan laporan tertulis dan lengkap untuk selanjutnya dua Ketua PCNU ini diminta menyampaikan secara langsung kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di kantor PBNU. (Haorrahman)

Kumpulan berita Banyunwangi terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved