Berita Lamongan

Investasi Bodong di Lamongan, Tak Semua Disetor ke Owner, Reseller Main Sendiri Endapkan Uang Korban

Kasus investasi bodong di Lamongan, tak semua uang disetor ke owner, reseller bergeral sendiri endapkan uang korban.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Hanif Manshuri
Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana memerintahkan penyidik perkara investasi bodong jaringan Bilad, untuk memburu aset para tersangka, utamanya reseller, Selasa (1/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana memerintahkan penyidik perkara investasi bodong jaringan Bilad, untuk memburu aset para tersangka, utamanya reseller.

Perintah AKBP Miko Indrayana itu didasarkan pada hasil penyidikan, yang diketahui para reseller main sendiri.

"Ternyata para reseller ini bermain sendiri dan tidak semua uang itu disetor ke ownernya, yakni tersangka Bilad," kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana kepada Tribun Jatim Network, Selasa (1/2/2022).

AKBP Miko Indrayana mengatakan, uang para korban yang diinvestasikan dan diserahkan kepada para reseller itu berhenti di tangan reseller.

Uang yang ada di dua reseller yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Lamongan, berhenti pada para tersangka.

Baca juga: Wanita Sendangharjo Jadi Tersangka Investasi Bodong di Tuban, Polisi: Kerugian Capai Rp 4 M Lebih

"Jadi, mereka ini (tersangka reseller) main sendiri, tidak diketahui oleh ownernya, si Bilad," ungkap AKBP Miko Indrayana.

Kemungkinan besar uang para korban diwujudkan dalam bentuk aset. Seperti tanah, kendaraan, rumah, tabungan, perhiasan, atau barang berharga lain.

Karena itu, AKBP Miko Indrayana meminta anggotanya untuk memburu aset-aset para reseller tersebut.

"Ya sekecil apapun," tandasnya.

Pertimbangan utama adalah, AKBP Miko Indrayana mengaku ingin memberikan rasa keadilan bagi masyarakat atau para korbannya.

Melalui aset-aset yang berhasil disita, akan bisa membantu meringankan beban para korban. Tentu mekanismenya melalui pengadilan.

Semua aset yang disita diserahkan ke pengadilan negeri.

"Mau diputuskan bagaimana dan dikemanakan aset tersebut itu wewenang pengadilan. Tugas kami harus memburu dan mengumpulkan aset sebanyak-banyaknya dari para tersangka, reseller," katanya.

Miko meyakini uang yang telah disetor ke tangan reseller itu mencapai puluhan juta rupiah.

"Kalau ownernya dalam transaksi hanya total Rp 6 miliar yang terbukti dalam dua rekening," katanya.

Uang para korban banyak yang ada di tangan reseller, termasuk reseller IR yang ditetapkan tersangka oleh Polres Tuban.

Untuk sementara ini, penyidik Polres Lamongan sudah menyita rumah yang dibeli Bilad seharga Rp 950 juta yang baru dalam proses pembangunan di Perumahan Zam-zam, serta 2 unit mobil Honda Brio dan Toyota Raize.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved