Nama Yap Tjwan Bing Diabadikan di Kota Solo, Pemuda Tionghoa yang Sangat Dekat dengan Bung Karno

Menganal sosok Yap Tjwan Bing, namanya diabadikan nama jalan di Kota Solo. Sosok tokoh nasional keturunan Tionghoa yang dekat dengan Bung Karno.

Editor: Hefty Suud
Kolase Handover/Kompas.com - Kontributor Surakarta, M Wismabrata
Yap Tjwan Bing, tokoh nasional keturunan Tionghoa yang dikenal dekat denganBung Karno, namanya dijadikan nama jalan di Solo. 

TRIBUNJATIM.COM - Masih dalam suasana Tahun Baru Imlek 2022, mari mengenal sosok Yap Tjwan Bing

Namanya diabadikan menjadi nama jalan di Kota Solo, tepatnya di Kampung Jagalan, Jebres, yakni Jalan Drs Yap Tjwan Bing.

Bukan tanpa alasan, Yap Tjwan Bing adalah sosok tokoh nasional asal Solo dan merupakan keturunan Tionghoa.

Tjwan Bing lahir pada tanggal 31 Oktober 1910 di Kota Solo.

Pemuda Tionghoa asal Solo tersebut menyandang sarjana farmasi dari universitas di Amsterdam pada tahun 1939.

Baca juga: Libur Imlek, Pelaksanaan Pamor Keris di Nganjuk Diintensifkan Cegah dan Antisipasi Varian Omicron

Nama tokoh nasional keturunan Tionghoa di abadikan menjadi nama jalan di Solo, Sabtu (28/1/2017).
Nama tokoh nasional keturunan Tionghoa di abadikan menjadi nama jalan di Solo, Sabtu (28/1/2017). (Kontributor Surakarta, M Wismabrata)

Baca juga: 9 Shio Ini Berjaya di Momen Imlek 2022 Shio Babi Menuju Sesuatu yang Besar, Shio Kuda Ada Kesempatan

Setelah lulus, Yap pulang ke Tanah Air dan mendirikan apotek di Bandung.

Saat masa perjuangan merebut Kemerdekaan RI, Yap bersama Soekarno ( Bung Karno ) dan Bung Hatta terjun dalam pergerakan nasional.

"Saya sendiri tidak mengenal sosok langsung Yap Tjwan Bing, namun saya sering berbagi cerita dengan anak-anaknya dan juga dari sejarah kemerdekaan. Meski keturunan Tionghoa, beliau menunjukkan komitmen dan perjuangan tanpa memandang suku agama atau ras saat itu. Untuk Indonesia dirinya total dan pokoknya 100 persen Indonesia," kata Sumartono Hadinoto, ketua Panitia Imlek Solo 2017.

Toleransi dan kebersamaan

Sumartono, yang juga menjadi tokoh masyarakat di Solo, menegaskan, saat ini keteladanan Yap Tjwan Bing bagi warga Tionghoa di Solo adalah kebersamaan dan toleransi.

Seratus persen Indonesia yang ditunjukkan Yap adalah konkret dan riil serta bisa diteladani untuk memajukan Kota Solo, bahkan Indonesia.

"Saat ini harus disadari bahwa dengan kemajuan teknologi, tidak akan ada lagi yang bisa 100 persen murni Tionghoa, pasti akan ada asimilasi alami seiring perjalan waktu. Oleh karena itu, meski masa hidup Yap pada zaman kemerdekaan sudah usai, namun semangat nasionalisme dan menghargai perbedaan akan abadi," kata Sumartono, yang juga menjadi tokoh masyarakat Tionghoa di Solo, Sabtu (28/1/2017).

Warga memadati kawasan Jembatan Pasar Gede Kota Solo, Sabtu (30/1/2022)
Warga memadati kawasan Jembatan Pasar Gede Kota Solo, Sabtu (30/1/2022) (Fristin Intan/Kompas.com)

Sumartono berharap warga Solo, khususnya keturunan Tionghoa, selalau mengingat dan menerapkan apa yang sudah dilakukan oleh Yap Tjwan Bing untuk bangsa Indonesia.

Di Kota Solo, semangat tahun baru Imlek juga bernafaskan keragaman dan melibatkan seluruh warga Solo tanpa memandang suku, agama dan ras.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved