Berita Tuban

Polisi Telusuri Aset Reseller Investasi Bodong di Tuban, Terungkap Tiga Barang Ini yang Dibeli

Polisi menelusuri aset reseller investasi bodong di Tuban, terungkap tiga barang ini yang dibeli, ada iPhone 13 pro max.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Irwid (22) reseller investasi bodong di Tuban saat diamankan Satreskrim Polres Tuban, Rabu (2/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Irwid (22) reseller investasi bodong di Tuban, Jawa Timur, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Tuban, Sabtu (29/1/2022). 

Perempuan asal Kelurahan Sendangharjo, Tuban itu, telah menipu sekitar 60 korban atau member dengan kerugian mencapai Rp 4.036.775.000.

Hasil penyelidikan polisi, sejumlah uang hasil penipuan telah diwujudkan menjadi barang atau aset. 

"Ada tiga aset yang kita amankan untuk sementara ini," kata Kapolres Tuban, AKBP Darman saat ungkap kasus, Rabu (2/2/2022). 

Perwira menengah itu menjelaskan, adapun tiga aset itu di antaranya satu motor Scoopy, iPhone 13 pro max dan lemari es. 

Baca juga: Wanita Sendangharjo Jadi Tersangka Investasi Bodong di Tuban, Polisi: Kerugian Capai Rp 4 M Lebih

Sementara untuk aset lainnya masih dalam pengembangan atau penelusuran kepolisian. 

Disinggung apakah nilai kerugian akan bertambah atau tidak, AKBP Darman menyebut, hal itu tergantung laporan berikutnya dari para korban jika ada. 

"Saya minta para korban yang belum melapor silakan melapor, nanti akan tahu perkembangan kerugiannya. Untuk barang bukti lainnya yaitu ATM dan transaksi mutasi transfer," pungkas AKBP Darman

Atas tindakan yang dilakukan, pihak kepolisian menjerat tersangka dengan pasal 372, 378 KUHP tentang penggelapan dan tindak penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.

Sebelumnya Satreskrim Polres Tuban telah menetapkan Fauzia/FZ (21), warga Kelurahan Sidomulyo, Tuban, sebagai tersangka, Rabu (19/1/2022).

Dari hasil penyelidikan puluhan korbannya, kerugian mencapai kurang lebih Rp 570 juta.

Saat ditanya penyidik, FZ mengaku aliran dana atau aset dari hasil penipuan habis untuk disetorkan ke Bilad, jaringan utama asal Lamongan.

Irwid dan Fauzia diketahui merupakan jaringan pelaku utama, Bilad yang lebih dulu diamankan Satreskrim Polres Lamongan.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved