Berita Magetan

Nasib Nahas Tukang Prahu Boat Telaga Sarangan, Tenggelam Saat Memfoto Penumpang

Tukang Prahu Boat Telaga Sarangan, Tenggelam Saat Memfoto Penumpang SURYA.CO.ID, MAGETAN - Darmin alias Unyil (54) warga Ngancar, Kecamatan Sarangan

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Tim BPBD, Tagana dan masyarakat Sarangan, Kabupaten Magetan dengan menggunakan puluhan speed boat, mencari korban kecelakaan air di telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Doni Prasetyo

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Darmin alias Unyil (54) warga Ngancar, Kecamatan Sarangan, Kabupaten Magetan tukang speed boat telaga Sarangan tenggelam, saat berusaha membuat foto untuk penumpang perahu boatnya. Jenazanya baru diketemukan, sekitar tujuh jam sejak tenggelam sekitar pukul 15.30 WIB.

Jenazah ditemukan tepat pukul 21.45 WIB, dan dievakuai dari dasar telaga, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Plaosan untuk dilakukan otopsi sebelum dibawa ke rumah duka di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan, untuk di makamkan.

Sesuai keterangan Kapolsek Plaosan, Resor Magetan, AKP Muhammad Munir Palevi, sekitar pukul 15.00 mendapat telepon dari Pos Polisi Sarangan, adanya kecelakaan air yang menenggelamkan pengemudi speed boat berlebel "Rozy".

Baca juga: Gandeng Kwarcab Pramuka, Lapas Narkotika Pamekasan Komitmen Cetak Narapidana Berkarakter

"Korban tenggelam, seorang pengemudi perahu boat bernama Darmin alias Unyil, warga Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Pencarian jenazah korban melibatkan warga setempat, tukang perahu, BPBD, Tagana dan TNI/Polri,"kata Kapolsek AKP Munir kepada Surya, Sabtu (5/2).

Menurut Kapolsek, kecelakaan air terjadi, sesuai keterangan penumpang, sesampai sebelah Selatan Pulau telaga Sarangan. Penumpang minta berhenti untuk membuat foto. Karena semua penumpang ingin terlihat di foto, minta tolong ke Darmin (korban),"ujar Munir.

Baru dua, tiga jepretan, lanjut AKP Munir, terjadi peristiwa itu, korban jatuh ke telaga dan tidak terlihat muncul dari dasar telaga Sarangan itu. Melihat ini, penumpang menghubungi sesama tukang perahu, yang kemudian melapor ke Pos Polisi Sarangan.

"Peristiwanya sedang dalam penyelidikan bersama antara Polres Magetan dan Polsek Plaosan dibantu teman teman dari TNI, untuk mencari penyebab, kecelakaan air di Telaga Pasir Sarangan itu,"kata AKP Munir.

Pencarian korban tenggelam melibatkan puluhan personil BPBD, Tagana dan masyarakat setempat dengan lebih dari 20 speed boat. Pencarian korban tenggelam itu antara masyarakat desa setempat dan para jurnalis, sempat bersitegang. Masyarakat setempat menghendaki kasus laka itu privasi, sehingga siapa saja tidak diperkenankan memvideokan atau memfoto. Namun, setelah diberi pengertian, akhirnya masyarakat memaklumi.

"Sarangan kalau keamanan sudah ada Pos Polisi, tapi soal keselamatan wisatawan dan pelaku wisata, tidak ada tim penyelamatan yang mendirikan pos pos di pinggir telaga. Jadi kalau ada musibah di Telaga Sarangan, semua serba kasep, sudah terjadi korban,"kata Totok wisatawan yang mengaku dari Bojonegoro kepada Surya, Sabtu (5/2).

Dikatakan Totok, soal keselamatan wisatawan dan pelaku wisata itu tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Karena wisatawan dan pelaku wisata sama sama memberi kontribusi ke Pemkab Magetan.

"Artinya soal keamanan Sarangan diakui karena ada Pos Polisi. Tapi soal keselamatan, masih Nol. Sarangan masih harus berbenah agar wisatawan dan pelaku wisata bisa semua nyaman terjaga keamanan dan keselamatan. Paling tidak, Sarangan butuh tim penyelamat di beberapa Pos Keselamatan,"tandas Totok.(tyo).

Kumpulan berita Magetan terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved