Berita Jatim

Bedah Pidato Kebudayaan Ketua Umum PAN, Pengamat Setuju dengan Gagasan Zulkifli Hasan

Membedah pidato kebudayaan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), pengamat sepakat setuju dengan gagasan Zulkifli Hasan.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Suasana diskusi yang digelar DPW PAN Jatim, 2022. Dalam diskusi tersebut secara khusus membedah pidato kebudayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah pengamat menilai semangat Islam tengah yang digaungkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam pidatonya pekan lalu, penting jadi perhatian. Sebab, semangat ini dibutuhkan dalam konteks kekinian.  

Ini mengemuka dalam diskusi yang dilakukan di Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jatim, Senin (6/2/2022) malam. Diskusi tersebut membahas secara khusus serta membedah pidato kebudayaan Zulkifli Hasan

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi mengaku senang ada ketua umum parpol menyampaikan pidato kebudayaan yang didasari realitas yang sedang dihadapi bersama. 

"Suatu pidato yang keren karena didasari oleh suatu realitas yang sedang kita hadapi. Menurut saya itu sesuatu banget, menyentuh hati,” kata Ahmad Zainul Hamdi dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJatim.com, Rabu (9/2/2022). 

Selain Prof Zainul, diskusi tersebut juga dihadiri Wakil Direktur Bidang Riset Pengabdian Masyarakat, Digitalisasi dan Internasionalisasi Sekolah Pasca Sarjana Unair Surabaya, Prof Dr Suparto Wijoyo. 

Kemudian Dosen Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya Andi Suwarko, Ketua Harian DPW PAN Jawa Timur Achmad Rubaie juga menjadi salah satu penanggap. 

Profesor Zainul menyebut Islam tengah atau Islam wasathiyah yang disampaikan Zulkifli Hasan (Zulhas) merupakan konsep yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Di antaranya, penting lantaran kerap ada wacana yang berusaha membenturkan antara keislaman dengan ke-Indonesia-an. 

Sementara itu, Andi Suwarko menyebut pidato kebudayaan Zulhas merupakan tradisi baru di kalangan ketua umum parpol. 

Sebab, biasanya ketum parpol menyampaikan pidato politik. Namun Zulhas memperluas jangkauannya dengan pidato kebudayaan. 

Itu dinilainya bahwa politik tidak hanya menyajikan kontestasi kekuasaan kepada publik melainkan juga gagasan serta nilai. 

“Saya kira pidato kebudayaan Bang Zul sarat dengan nilai-nilai dan gagasan-gagasan itu,” ucap Andi. 

Dijelaskan Andi, gagasan tersebut akan membawa resonansi dalam jangka panjang. 

Dalam konteks kebangsaan, Indonesia akan semakin bermartabat dan beradab. Sementara dalam konteks politik dinilai akan menghadirkan politik yang lebih humanis, menjunjung tinggi nilai-nilai dan moralitas. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved