Berita Mojokerto

Mulai Besok, Kota Mojokerto Terapkan PTM Terbatas 50 Persen, Khusus Hari Sabtu Boleh Full Daring

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas 50 persen di seluruh lembaga sekolah tingkat

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Mohammad Romadoni
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah Kota Mojokerto. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas 50 persen di seluruh lembaga sekolah tingkat TK/PAUD, SD dan SMP.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) diseluruh sekolah Kota Mojokerto tetap berlangsung dengan menerapkan konsep Blended Learning yakni 50 persen PTM di kelas dan 50 persen melalui pembelajaran jarak jauh atau Daring.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan penerapan PTM terbatas 50 persen tersebut menyusul perkembangan pandemi Coviid sekaligus Inmendagri Nomor 9/2022 dan disposisi persetujuan Walikota Mojokerto selalu Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Mojokerto, pada 9 Februari 2022.

"PTM terbatas mulai diterapkan besok Kamis 10 Februari 2022 dengan konsep Blended Learning kapasitas 50 persen secara bergilir dua hari sekali," jelasnya, Rabu (8/2).

Baca juga: Dua Kali Dagangan Dibayar Pakai Uang Palsu, Pedagang Sayur di Wonocolo Surabaya Hanya Bisa Pasrah

Amin memastikan pembelajaran siswa tetap berlangsung di sekolah maupun daring dalam kondisi Kota Mojokerto PPKM level 2. Sedangkan siswa yang mengikuti PTM di sekolah tetap seizin orang tuanya.

"Jadi pembelajaran siswa tidak boleh berhenti, separuh PTM di sekolah dan separuh Daring," ungkapnya.

Dia menyebut pembelajaran PTM terbatas di sekolah berlangsung Senin hingga Jumat. Namun bila diperlukan pihak lembaga pendidikan diperbolehkan melaksanakan pembelajaran daring, pada hari Sabtu.

"Jika kalau memang dibutuhkan karena sekolah adalah Otonom Sabtu itu bisa masuk untuk pembelajaran Daring," ucap Amin.

Menurut dia, berdasarkan laporan tingkat keterpaparan Covid-19 di lembaga sekolah, ada guru SD yang positif terpapar Virus Corona.

"Ada dua guru wijana dan SMA positif terpapar Covid-19 sudah isolasi satu minggu lalu," pungkasnya.

Baca juga: Hindari Mobil Keluar Gang, Truk Pilih Terjun ke Sungai di Mojokerto, Sopir Cegah Tabrak Anak Sekolah

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved