Berita Terkini

Rizal Ramli Desak Pemerintah Bebaskan Seniman Yayat Yatmaka dan Warga Wadas

Proses pembebasan lahan yang disertai tindakan aparat terhadap warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo mendapat sorotan banyak pihak.

Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Tokoh nasional, Dr. Rizal Ramli bersama Gubernur Khofifah saat menghadiri pameran lukisan karya Yayat Yamaka di Surabaya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA -  Proses pembebasan lahan yang disertai tindakan aparat terhadap warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo mendapat sorotan banyak pihak.

Tokoh nasional Dr Rizal Ramli atau RR, mendesak agar pemerintah membebaskan seluruh warga Wadas yang ditahan. Termasuk seniman besar kelas dunia, Yayak Yatmaka.

"Negara wajib melindungi rakyat. Karena itu, segera bebaskan seluruh warga yang ditangkap. Termasuk seniman besar Yayak Yatmaka," tegas Menko Ekuin era Presiden Gus Dur yang juga penasihat Forkom Jurnalis itu, saat dikonfirmasi, Rabu (9/2/2022).

Pasca peristiwa penangkapan warga Wadas, berbagai kalangan masyarakat, termasuk Gusdurian mendesak Ganjar membebaskan seluruh warga yang ditangkap aparat.

Baca juga: Ganjar Pranowo Datang ke Desa Wadas, Ajak Warga Berdialog dan Memastikan Kerukunan Tetap Terjalin

Termasuk penangkapan tokoh gerakan mahasiswa 80-an, Yayak Yatmaka. Yayak penggagas poster tanah untuk rakyat ikut ditangkap polisi di Wadas, Purworejo.

Seperti diketahui, Yayak Yatmaka adalah seniman dan aktivis senior yang sudah memiliki nama besar di kalangan pergerakan Indonesia. Ia kuliah di jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung angkatan '77, dan ikut serta di lapangan dalam Gerakan Mahasiswa 1977/1978 yang menuntut Soeharto tidak lagi maju sebagai Presiden Indonesia.

Pada Maret tahun 2020, Yayak sempat mengadakan pameran lukisan tunggal di Surabaya, Jawa Timur. Saat itu sahabatnya, Rizal Ramli hadir bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Kala itu, Khofifah membeli sejumlah karya Yayak Yatmaka, salah satunya lukisan Presiden RI ke-4, Gus Dur.

Sementara itu, dalam keterangan persnya Gubernur Ganjar mengungkapkan bahwa kegiatan pengukuran lahan yang berlangsung di Desa Wadas merupakan bagian dari proses pengerjaan Proyek Strategis Nasional yaitu pembangunan Bendungan Bener.

Ditegaskan juga bahwa dalam kegiatan tersebut, yang diukur hanya lahan milik masyarakat yang menyetujui tanahnya untuk diukur oleh petugas BPN, sementara bagi yang belum setuju tidak dilakukan pengukuran.

"Jadi yang diukur kemarin itu hanya milik warga yang setuju, yang tidak setuju tetap kami hargai dengan tidak dilakukan pengukuran dan kami terus berupaya mencarikan solusinya," ungkap Ganjar.

Secara gamblang Ganjar menyampaikan maaf kepada warga Wadas apabila ada ketidaknyamanan dalam proses pengukuran lahan itu.

"Kepada masyarakat Jawa Tengah, khususnya Purworejo, wabil khusus masyarakat desa Wadas, saya meminta maaf atas ketidaknyamanan pada saat proses pengukuran. Saya meminta maaf dan saya bertanggung jawab," ungkapnya.

Kumpulan berita terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved