Berita Kota Batu

Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Kota Batu Terapkan PTM 50 Persen, Punjul Santoso: SE Turun

Kasus Covid-19 kembali meningkat, Kota Batu menerapkan PTM 50 persen, Punjul Santoso: Surat edaran turun. Kami sudah informasikan ke sekolah.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) - Kasus Covid-19 kembali meningkat, Kota Batu menerapkan PTM 50 persen. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Menyusul keluarnya kebijakan pembelajaran tatap muka atau PTM 50 persen karena kasus Covid-19 (virus Corona) kembali meningkat dalam skala nasional, Kota Batu tidak lagi menerapkan PTM 100 persen di sekolah.

Tak hanya itu, Kota Batu juga memberlakukan skema sistem seling, yakni sehari masuk dan sehari online.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, kebijakan ini sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nomor 2 Tahun 2022. Keselamatan anak-anak menjadi prioritas sehingga pemberlakuan PTM 100 persen diubah kembali.

“Setelah SE itu turun, kami sudah menginformasikan kepada seluruh sekolah yang ada di Kota Batu. Sebelumnya PTM memang jalan 100 persen,” kata Punjul Santoso, Kamis (10/2/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih, menjelaskan, dari 336 sekolah, tidak semua sekolah di Kota Batu mengaplikasikan PTM 100 persen. Ia mengatakan, banyak sekolah yang khawatir untuk menerapkan PTM 100 persen.

Sekolah di Kota Batu melakukan PTM secara bertahap sejak 16 September 2021. Meski begitu, Eny menjelaskan, sekolah di Kota Batu sudah mengetahui informasi kebijakan tersebut.

“Sekolah di Kota Batu sudah melakukan PTM 50 persen,” pungkasnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, belum ada laporan masuk mengenai varian Omicron di Kota Batu. Pemkot Batu mempercepat proses vaksinasi Covid-19 warga, utamanya bagi mereka yang belum menerima dosis pertama.

“Paling utama yang kami kejar adalah percepatan vaksin sebagai kunci meminimalisir dampak gejala dari sebaran virus ini,” kata Dewanti Rumpoko.

Meski belum ada laporan masuk tentang varian Omicron, namun catatan kasus di Kota Batu mengalami peningkatan sejak Februari 2022 lalu. Jika dikalkulasi hingga 10 hari ini, sudah lebih dari 100 kasus.

“Waktu segitu, itu tergolong tinggi, tapi untuk kasus Omicron belum ada laporan masuk,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Terutama di tempat-tempat tertutup yang berpotensi tinggi terjadi transmisi seperti di perkantoran, sekolah hingga pondok pesantren.

“Jadi tidak perlu sampai ada pengetatan wisata atau apapun itu. Kunci paling penting itu adalah dengan disiplin prokes dan sudah terlindungi dengan vaksin,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved