Berita Kota Malang

Bermula dari Hilangnya 2 Motor di Kos Malang, Polisi Bekuk Komplotan Curanmor Bersenjata Celurit

Bermula dari laporan hilangnya 2 motor di kos di Malang, polisi berhasil bekuk komplotan curanmor bersenjata celurit. Tak segan-segan melukai korban.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Wakasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga didampingi Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto saat menunjukkan tersangka curanmor berikut barang bukti dalam kegiatan press release yang digelar di halaman Polresta Malang Kota, Rabu (16/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Komplotan kasus pencurian motor di Malang yang telah beraksi di beberapa lokasi, dibekuk Satreskrim Polresta Malang Kota.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasatreskrim) Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengatakan, penangkapan bermula dari adanya dua laporan kejadian curanmor di wilayah Kecamatan Lowokwaru.

"Pada Senin (15/11/2021), kami mendapat laporan adanya kejadian curanmor di sebuah rumah kos yang terletak di Jalan Tlogo Al Kautsar, Kecamatan Lowokwaru. Di kejadian itu, pelaku mencuri dua motor sekaligus milik anak kos," ujar AKP Bayu Febrianto Prayoga kepada TribunJatim.com, Rabu (16/2/2022).

Dari laporan itu, Satreskrim Polresta Malang Kota langsung melakukan penyelidikan.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, petugas berhasil mengantongi identitas komplotan curanmor tersebut.

Setelah itu pada Senin (24/1/2022), Satreskrim Polresta Malang Kota berhasil membekuk lima anggota komplotan curanmor di halaman toko retail modern yang terletak di Jalan Tebo Utara, Kecamatan Sukun.

"Lima tersangka yang ditangkap adalah GM (54), SR (22), AF (28), DAP (29) dan AS (35). Kelimanya merupakan warga Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Jadi, para tersangka ini kami tangkap saat merencanakan aksi mencuri motor di wilayah Jombang," jelasnya.

Selanjutnya, tersangka GM diamankan di Polresta Malang Kota dan keempat tersangka lainnya dilimpahkan penanganannya ke Polres Batu dan Polres Kabupaten Blitar terkait dengan tempat dan waktu tindak pidana yang dilakukan.

Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, diketahui GM selalu membawa mobil untuk menyembunyikan senjata tajam. Dan saat melakukan aksinya, ia tidak segan-segan melukai korbanya.

Tidak hanya itu, GM dan keempat tersangka lainnya selalu berganti komplotan saat akan melakukan aksinya di berbagai wilayah.

"Di dalam mobil Daihatsu Sigra milik tersangka, kami temukan beberapa barang bukti. Yaitu, satu buah senjata tajam jenis celurit, kunci letter T berikut mata kuncinya, obeng, dan dua alat pembuka magnet kunci kontak sepeda motor," ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan itu, diketahui juga bahwa semua motor curiannya dijual ke penadah yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka GM dikenakan Pasal 363 KUHP ayat (1) ke-3, ke-4, dan ke-5 dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Republik Indonesia No 12 Tahun 1951.

"Hingga sekarang, kasus komplotan curanmor ini terus kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan untuk pelaku lainnya berinisial KS dan HD, telah kami tetapkan menjadi DPO dan masih kami lakukan pengejaran," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved