Berita Kota Batu

Angka Pengangguran Terbuka Kota Batu Meningkat, Begini Respon Wali Kota Dewanti

Tingkat pengangguran terbuka Kota Batu mengalami peningkatan dari sebesar 2,48 persen di tahun 2019 menjadi sebesar 5,93 persen di tahun 2020.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/DISKOMINFO BATU
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko optimis di tahun kelima kepemimpinannya, kondisi perekonomian Kota Batu menjadi lebih baik pasca terdampak pandemi. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Tingkat pengangguran terbuka Kota Batu mengalami peningkatan dari sebesar 2,48 persen di tahun 2019 menjadi sebesar 5,93 persen di tahun 2020.

Hal yang sama juga terjadi secara umum di Provinsi Jawa Timur yang mengalami peningkatan dari 3,82 persen di tahun 2019 menjadi 5,84 persen di tahun 2020. Data tersebut dikeluarkan BPS Kota Batu di situs resminya.

BPS Batu menjelaskan, peningkatan ini dipicu oleh adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyak perusahaan merumahkan karyawannya, dan pengusaha kehilangan mata pencahariannya.

Tingkat pengangguran terbuka bisa menjadi tolok ukur gambaran ketenagakerjaan. Salah satu kemakmuran atau kesejahteraan masyarakat bisa tercermin dari besaran tingkat pengangguran terbuka. Pengangguran bisa menyebabkan terhambatnya tercapai kemakmuran masyarakat.

Lulusan SMA tercatat sebagai kelompok yang paling banyak penganggurannya. Ada 3.914 orang yang tersurvey pada 2020. Mayoritas penduduk di Kota Batu bekerja di bidang jasa.

Baca juga: Nasib Warga di Kampung Miliarder Tuban yang Harus Rela Jual Sapinya, Kini Jadi Pengangguran

Meningkatnya jumlah pengangguran terbuka juga berdampak pada menyusutnya pendapatan asli daerah. Pendapatan daerah menyusut 10 persen atau terhimpun Rp 99,88 miliar. Sedangkan sektor belanja daerah meningkat 6,88 persen atau 74,84 miliar. Peningkatan juga ditunjukkan pembiayaan daerah 174,9 persen atau Rp 174,7 miliar.

Hal itu disampaikan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat penyampaian LKPJ APBD 2021. Dewanti menjelaskan, peningkatan belanja daerah itu sebagai stimulus untuk pemulihan ekonomi dampak pandemi.

Sektor perekonomian mengalami kelesuan karena dampak pandemi. Terlebih perekonomian utama Kota Batu ditopang dari industri pariwisata. Pembatasan ini membuat sektor pariwisata terjungkal sehingga pendapatan daerah pun ikut terhambat.

Baca juga: Bukan Mogok Produksi, Begini Cara Pengusaha Tempe di Kota Mojokerto Merespon Kenaikan Harga Kedelai

“Ini dampak domino imbas tutup sektor jasa akomodasi pariwisata yang memicu tingginya angka pengangguran terbuka. Hal serupa dirasakan pelaku seni yang tak bisa melakukan pertunjukkan,” kata Dewanti.

Ia mengatakan, tahun 2020 menjadi tantangan terberat bagi sektor perekonomian. Pertumbuhan PDRB jasa akomodasi pariwisata minus 23,13 persen. Hal ini lantaran pembatasan mobilitas sehingga tingkat kunjungan merosot drastis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved