Berita Banyuwangi

Ijen Coffee Market, Momentum Petani Kopi Banyuwangi Bertemu Investor dari Berbagai Negara

Produksi kopi Banyuwangi bakal semakin merambah ke berbagai negara. Para petani kopi akan dipertemukan langsung dengan para investor dari berbagai neg

Penulis: Haorrahman | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Perwakilan NSLIC/NSELRED dan berbagai kementerian telah bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani membahas teknis pelaksanaan Ijen Coffee Market. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Produksi kopi Banyuwangi bakal semakin merambah ke berbagai negara. Para petani kopi akan dipertemukan langsung dengan para investor dari berbagai negara di "Ijen Coffee Market". 

Ijen Coffee Market ini digelar oleh kolaborasi National Support for Local Investment Climate / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), bersama Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian BPN/Bapennas, dan Kementerian PDTT.

NSLIC/NSELRED merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian BPN/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC), dalam mengembangkan kapasitas para pihak untuk meningkatkan iklim investasi lokal serta mengembangkan ekonomi lokal. 

Dipilihnya Banyuwangi karena daerah ini merupakan salah satu produksi kopi terbesar di Jawa Timur tidak hanya kopi hasil perkebunan namun juga kopi rakyatnya.

Selain itu kopi Banyuwangi juga telah dikenal berkualitas baik jenis robusta maupun arabicanya. 

Baca juga: Lepas Masa Duda di Tanggal Cantik, Pria Ini Nikahi Janda Ponorogo dengan Mas Kawin Minyak Goreng

Perwakilan NSLIC/NSELRED dan berbagai kementerian telah bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani membahas teknis pelaksanaan Ijen Coffee Market. 

"Program ini akan mempertemukan langsung petani dengan para investor dari berbagai negara, tanpa melalui perantara. Dengan demikian produk kopi petani memiliki nilai ekonomis yang semakin tinggi," kata Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenkomarves, Kosmas Harefa, Selasa (22/2/2022). 

Program ini rencanya akan digelar akhir Maret, selama tiga hari di Banyuwangi. Dalam program terlibat 35 investor dari dalam negeri serta berbagai negara, seperti Jerman, Kanada, Filipina, dan lainnya.

Baca juga: Festival Buah Naga Tandai Banyuwangi Jadi Pemasok Terbesar Nasional, Hasilkan 82.544 Ton Setahun

Tidak hanya luar negeri, stakeholder dalam negeri seperti Shoope, Astra Internasional, dan lainnya juga terlibat dalam program ini.

Terdapat tiga agenda dalam Ijen Coffee Market, meliputi Coffee Market, Domestic Business Matching, dan International Business Matching. Nantinya para petani akan dipertemukan langsung dengan para investor. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved