Berita Tuban

Mengaku Jadi Anggota Intel untuk Memperdaya Wanita, Pria Bojonegoro Tak Berkutik Diciduk Polisi

Mengaku anggota intel berpangkat Sersan Mayor untuk memperdaya wanita, pria di Bojonegoro tak berkutik diciduk polisi.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Budiono (38) ditangkap polisi setelah memperdayai wanita hingga rugi puluhan juta rupiah, dengan modus mengaku sebagai anggota intel Bojonegoro berpangkat Sersan Mayor, Senin (21/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Mengaku sebagai anggota intel Bojonegoro berpangkat Sersan Mayor, Budiono (38) memperdayai wanita.

Karena ulahnya yang meresahkan, pria asal Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, itu ditangkap oleh anggota Polsek Parengan. 

Akibat ulah Budiono, TS (39), perempuan asal Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, menelan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

"Saat menjalankan aksinya, modus tersangka mengaku sebagai anggota intel Bojonegoro berpangkat Sersan Mayor," kata Kapolres Tuban, AKBP Darman, Senin (21/2/2022). 

AKBP Darman menjelaskan, tersangka menggunakan modus anggota kesatuan agar bisa semakin dekat dengan korban. 

Hingga akhirnya tersangka dan korban semakin akrab dan menjalin hubungan saling suka. 

Tersangka juga menjanjikan akan membelikan rumah dan mobil kepada korban, serta akan mengajari korban untuk belajar proyek pembangunan.

"Pada kesempatan tertentu, tersangka menjanjikan sesuatu kepada korban, akhirnya TS termakan bujuk rayu," ungkapnya. 

Perwira menengah itu menambahkan, pelaku lalu meminjam uang kepada korban dengan dalih untuk kebutuhan proyek. 

Korban menyerahkan uang kepada tersangka dengan jumlah total Rp 90 juta, yang dilakukan sebanyak lima kali transaksi, sebagaimana permintaan Budiono. 

"Memang pelaku ini modus sebagai anggota kesatuan, agar korbannya lengah dan menuruti permintaannya. Kasus sudah dilimpahkan ke Satreskrim, tersangka dijerat pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved